sponsor

Select Menu

Favourite

Berita

Budaya

Berita Utama

Popular

Kategori Berita

Comments

Advertisement

Berita Pilihan

Newsletter

Hi There, I am

SLIDE1

Bupati Simalungun

Pematang Raya

Pematang Siantar

Pendidikan

Politik

Kaos Simalungun

VIDEO


SIMALUNGUN-METRO; Pengaduan Zulkarnain Damanik terhadap Samsudin Siregar dan sebaliknya, terus diproses Polres Simalungun. Namun dalam proses penyelidikan, banyak saksi dari kedua belah pihak yang mangkir dari panggilan pihak kepolisian untuk dimintai keterangan.

Hal tersebut ditegaskan Kapolres Simalungun AKBP Drs Marzuki MM melalui Kasubbag Humas Iptu Sulaiman Sinaga kepada METRO, Senin (20/9). Sulaiman mengatakan, proses masih berjalan dan sejauh ini sudah dilakukan beberapa tahap pemeriksaan, termasuk mengumpulkan bukti dan memanggil saksi untuk memperkuat penyelidikan.

"Kita masih menjalankan prosesnya. Tapi memang seluruhnya belum klop, dan masih ada beberapa tahap yang akan kita kerjakan," terang Sulaiman.

Kata Sulaiman, pihaknya mendapat banyak hambatan dalam penyelidikan. Sebab beberapa saksi yang dipanggil pihak kepolisian tidak bersedia datang memenuhi panggilan.

"Kita mendapat kesulitan karena beberapa saksi yang kita panggil tidak bersedia hadir," ujar Sulaiman.

Namun begitu, sambungnya, pihaknya tetap berusaha menuntaskan kasus yang melibatkan dua calon Bupati Simalungun ini. Pemanggilan saksi dan pengumpulan bukti lain yang dianggap perlu tetap dilaksanakan.

"Kita tidak menyerah sampai di situ. Kita berusaha terus bagaimana agar pengaduan tersebut bisa kita tindak lanjuti," tambahnya.

Sebagai informasi, Samsudin dilaporkan telah menghina Zulkarnain, Jumat (2/7) lalu saat rapat pleno di kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Simalungun.

Sedangkan Samsudin merasa tidak senang terhadap Zulkarnain yang menurutnya telah mengancam dirinya.

Sedangkan laporan Zulkarnain terhadap salah satu media cetak yang memberitakan ia menjalani ritual mandi darah babi, juga masih dalam proses penyelidikan. Kata Sulaiman, pihaknya masih mengumpulkan bukti dan meminta keterangan saksi.

"Harap bersabar. Penyelidikan masih berlanjut. Kita masih mencari saksi dan bukti yang cukup terkait pengaduan ini," jelas Sulaiman. (ara)

sumber : metro siantar
berita terbaru klik nasiam ijon
untuk versi mobile klik nasiam ijon

Di sebuah Sekolah Dasar sedang diterapkan sebuah mata pelajaran baru, yaitu PMWR alias Pelajaran Mengenal Wakil Rakyat. Kemudian si Guru memulainya dengan memberikan beberapa pertanyaan pada murid-muridnya.

Guru : "Bupati dan Wakil Bupati, manakah yang lebih tinggi dan harus dihormati?"
Murid: "Bupati, Bu!!!"
Guru : "Gubernur dan Wakil Gubernur, manakah yang lebih tinggi dan harus dihormati?"
Murid: "Gubernur, Bu!!"
Guru : "Presiden dan Wakil Presien, manakah yang lebih tinggi dan harus dihormati?"
Murid: "Presiden, Bu!!"

Guru : "Rakyat dan Wakil Rakyat, manakah yang lebih tinggi dan harus dihormati?"
Murid: "Seharusnya sih Rakyat, Bu!!"
Guru : "Kok, pakai seharusnya?"
Murid: "Karena sekarang malah terbalik Bu guru."
Guru : "Bagus, terus tanda supaya kita kenal sama Wakil Rakyat kita bagaimana?"
Murid: "Yang pasti mereka suka warna abu-abu."
Guru : "Betul, terus apalagi?"
Murid: "Suka konspirasi politik"
Guru : "Demi apa?"
Murid: "Kepentingan, Bu!!"
Guru : "Tepat sekali, sering muncul dimana mereka?"
Murid: "Di televisi, Bu!"
Guru : "Karena apa?"
Murid: "Karena skandal dan kasus, Bu!!"
Guru : "Aduh, anak murid Ibu pinter-pinter, terus ciri Wakil Rakyat apalagi?"
Murid: "Pasti sering mendadak tajir, Bu!!"
Guru : "Darimana, kok bisa gitu?"
Murid: "Diam-diam kan nyolong, Bu. Kalau nggak ya dapat hibah gono-gini gak jelas."
Murid: "Dari yang pengin diuntungkan."
Guru : "Terus kan Wakil Rakyat sering mengadakan sidang, berapa tahun sekali?"
Murid: "Setiap hari, Bu!!"
Guru : "Kok bisa, alasannya?"
Murid: "Kan biar dapat tunjangan dan komisi rapat."
Guru : "Biasanya yang dibahas apa?"
Murid: "Nggak ada Bu, masuk telinga kiri keluar telinga kanan."
Guru : "Jadi Rakyat dengan Wakil Rakyat, yang mana bosnya?"
Murid: "Ya, semestinya Rakyat dong, Bu!!"
Guru : "Kenapa semestinya?"
Murid: "Karena aneh, Bu!"
Guru : "Aneh kenapa?"
Murid: "Masak bos kekurangan beras di rumahnya, Bu! Sedangkan Wakilnya malah asik impor beras. Nimbun juga bisa kali, Bu."
Guru : "Bagus-bagus, ternyata sebelum diajari kalian sudah banyak tahu tentang Wakil Rakyat ya."
Murid: "Iya dong Bu, kan sudah jadi bukan rahasia lagi. Rakyat sudah banyak yang tahu, Bu."
Guru : "Sudah banyak yang tahu mengapa asik ongkang-ongkang kaki di Parlemen?"
Murid: "Kan,nggak tahu malu, Bu."

sumber : ketawa
berita terbaru klik nasiam ijon
untuk versi mobile klik nasiam ijon