Select Menu

sponsor

Select Menu

Favourite

Berita

Budaya

Bupati Simalungun

Pematang Raya

Pematang Siantar

Pendidikan

Politik

Kaos Simalungun

VIDEO

SIMALUNGUN | DNA - Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) Jendral TNI Gatot Nurmantyo menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Kabupaten Simalungun yang telah memberikan dukungan terhadap berbagai program pembangunan yang dilaksanakan oleh pemerintah bersama TNI melalui gotong royong dalam melaksanakan program bedah rumah tidak layak huni milik masyarakat.

“Ini kegiatan luar biasa karena langsung bersentuhan terhadap kepentingan masyarakat. Dalam pelaksanaannya bukan hanya sekedar bedah rumah, akan tetapi proses dari penentuan bedah rumah ini pun menunjukkan bahwa masyarakat disini (Simalungun) adalah masyarakat yang peduli, mempunyai empati dan menumbuhkan rasa gotong royong yang merupakan akar budaya kita dalam menunjuk siapa yang tetap dalam pelaksanaan bedah rumah. Ini tidak mudah karena salah menentukan masyarakat bisa ribut. Jadi masyarakat sudah benar dalam menentukan, bekerjasama dengan TNI dan pemerintah,” kata Kasad.

Hal itu disampaikan KASAD saat meninjau kegiatan bedah rumah tidak layak huni miliki masyarakat di Simpang Pangalbuan Kelurahan Dalig Raya Kecamatan Raya Kabupaten Simalungun sekaligus meresmikan rumah yang selesai bedah ditandai dengan penyerahan kunci kepada pemilik rumah, Selasa (16/9/2014).

Dengan sikap gotong royong KSAD mengatakan bahwa, hal itu menunjukkan kebersamaan elemen masyarakat sehingga biaya besar yang harusnya untuk membangun rumah bisa lebih murah dan lebih cepat dalam penyelesaiannya.

KASAD menambah, seandainya di Indonesia masyarakat melakukan hal yang sama seperti masyarakat Kabupaten Simalungun, tentu membawa kemajuan bagi bangsa dan negera.

“Saya bangga dengan masyarakat Simalungun yang mampu memberikan contoh kepada seluruh Rakyat Indonesia. Inilah sebenarnya rakyat Indonesia yang rukun dan peduli terhadap saudaranya yang kurang mampu, bekerja bersama-sama untuk membangun dibawah koordinasi baik TNI, Pemerintah Daerah maupun masyarakat. Rumah yang layak huni kita harapkan menghasilkan generasi yang sehat dan pintar sehingga dapat bersaing di masa depan,"kata KSAD seraya mengajak masyarakat untuk bersyukur.

Sementara itu, Tokoh masyarakat Kecamatan Raya Japorman Damanik menyampaikan terimakasih kepada pemerintah dan TNI yang membantu masyarakat dalam meningkatkan kesejahteraan melalui program bedah rumah. Dimana  selain bedah rumah, TNI melalui karya bhakti telah memasukkan lampu lentera hemat energi hasil karya TNI di empat rumah milik masyarakat.

“Betapa pentingnya kebersamaan antara TNI dan masyarakat sehingga menjadikan kekuatan yang tidak tertandingi,”ujar Japorman sembari mengucapkan terimakasih kepada Bupati yang telah banyak membuat terobosan-terobosan untuk membangkitkan Simalungun termasuk membantu dalam pelaksanaan bedah rumah milik masyarakat terutama membantu sarana air bersih serta memberikan BPJS terhadap masyarakat yang rumahnya dibedah.

Japorman juga mendo’akan Bupati semoga diberikan kesehetan dan kekuatan sehingga dapat melanjutkan pembangunan di Kabupaten Simalungun, dimana luasnya wilayah daerah diharapkan pembangunan tidak hanya dilaksanakan di wilayah ini, akan tetapi juga dapat terlaksana di kecamatan-kecamatan lainnya di Kabupaten Simalungun. “Selamat panjang umur Pak Bupati semoga sehat selalu sehingga dapat melanjutkan pembangunan guna mengentaskan kemiskinan di Kabupaten Simalungun,”ungkapnya.

Sebagai ungkapan terima kasih, masyarakat memberikan penghargaan berupa ulos pamotting kepada KASAD, Pangdam I/BB, Gubernur Sumatera Utara, Wakapoldasu, Dandim 0207 Simalungun dan Camat Raya. 

Dikesempatan itu, Bupati Simalungun Jopinus Ramli Saragih juga memberikan penghargaan kepada masyarakat atas sikap kegotong-royongan dalam berbagai kegiatan bakti sosial. Sebelumnya KASAD bersama rombongan meninjau bakti sosial berupa operasi bibir sumbing dan katarak secara gratis kepada masyarakat di RSU Rondahaim Saragih Pamatang Raya.(dna/herman maris)

Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) Jenderal TNI Gatot Normantyo meresmikan relokasi kantor Kodim 0207/Simalungun, Kodim 0303/Bengkalis, dan pembentukan Kodim 0320/Dumai bertempat di halaman Makodim 0207/Simalungun, Selasa (16/9/2014).

Dalam sambutannya, KASAD menegaskan prajurit sebagai pengawal dan benteng negara, di manapun berada dan bertugas harus memegang teguh komitmen untuk menjaga stabilitas pertahanan dan keamanan nasional bersama masyarakat.

KASAD juga mengajak seluruh komponen masyarakat untuk bersama-sama TNI maupun POLRI, agar senantiasa menjaga kondisi yang kondusif. 

Pada acara peresmian tersebut, KASAD melihat pelaksanaan bakti sosial berupa operasi bibr sumbing, dan menyaksikan demonstrasi Instalasi Listrik Lentera (Lampu Hemat Energi Tentara Rakyat) dan demonstrasi Kompor Bara (Kompor Babinsa Rakyat) dengan bahan bakar sampah kering serta demonstrasi Mogantara (Motor Gas Tentara Raykat) dengan bahan bakar LPG hasil inovasi para Babinsa Kodam I/BB yang dibina Pabandya Wanwil I/BB Letkol.Inf.Drs.Joko Suparyanto.

Dalam kunjungan kerja untuk pertamakalinya ke jajaran Kodam I/BB, KASAD memberikan ragam bantuan bagi masyarakat Simalungun. Bantuan dari KASAD berupa: beasiswa bagi 5 siswa tidak mampu, 25 unit laptop untuk para perwakilan sekolah mulai tingkat SD hingga SMA, 11 pasang kaki pengganti, 80 unit kursi roda, dan 1500 buah jam dinding.

Dalam acara peresmian tersebut, KASAD didampingi Aster Kasad Mayjen TNI Wiyarto, dan Pangdam I/BB Mayjen TNI Istu Hari, Gubsu H.Gatot Pujo Nugroho ST, Danrem 022/PT Kolonel Arm Broto Guncahyo, Kapendam I/BB Kolonel Inf Samuel Petrus Hehakaya, dan Bupati Simalungun Dr.J.R.Saragih serta pejabat Kodam I/BB, serta unsur Muspida plus, yang disambut dengan tarian Tor-tor Dihar Mangalo-alo dan pertunjukan marchi band serta atraksi bela diri dari SMA Plus dan SMK Plus Kesehatan Efarina Pamatang Raya, Kabupaten Simalungun.(dna|ams)
SIMALUNGUN - Pemerintah Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara memberikan dana hibah untuk pengelolaan rumah adat yang ada di anjungan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta.

“Dihibahkan Rp1 miliar untuk keperluan anjungan Pemkab Simalungun yang ada di TMII, dan sebagian dari dana hibah ini untuk pemugaran rumah adat,” ujar Bupati Simalungun Jopinus Ramli Saragih, hari ini.

Dana hibah ini disampaikan Bupati saat menggelar kegiatan Malam Pesona Budaya Simalungun di TMII Jakarta pada Sabtu lalu. Bupati mengemukakan pemugaran perlu dilakukan untuk keberlangsungan rumah adat dan budaya Simalungun supaya tidak tergerus oleh perkembangan zaman.

“Ini harus dijaga dan dilestarikan agar bisa dilihat langsung oleh generasi pemuda khususnya yang berada di sekitar Jabotabek,” ujar Bupati.

Bupati memberikan instruksi kepada pengurus Partuha Maujana Simalungun (PMS) DKI Jakarta untuk mengelola anggaran hibah ini.

Ketua PMS DKI Jakarta Mariaman Saragih menyampaikan pihaknya ke depan tidak hanya mengadakan pagelaran seni budaya, tetapi seminar ilmiah untuk mengenalkan dan melestarikan budaya Simalungun.

Wakil Ketua DPRD Simalungun Burhanuddin Sinaga menyampaikan apresiasi dan dukungan kepada Pemkab atas kepedulian terhadap keberlangsungan adat budaya daerah ini.

“DPRD siap mendukung program pembangunan Pemkab demi kemajuan Simalungun yang lebih baik lagi kedepan. Dan khusus untuk pelestarian budaya yang merupakan jati diri suku, memang harus dilakukan,” tandas Burhanuddin.

SUMBER : WASPADA
Editor: SASTROY BANGUN
MEDAN - Hingga kemarin, penyidik Subdit IV/Tipiter Direktorat Reskrimsus Polda Sumut, belum mampu menyelesaikan penyelidikan perambahan hutan lindung di Desa Tajur, Kecamatan Dolok Silau, Kabupaten Simalungun, seluas 43 hektar yang diduga melibatkan oknum pejabat Pemkab Simalungun.

Padahal, penyelidikan kasus itu diambilalih oleh Polda Sumut dari Polres Simalungun karena diduga melibatkan Bupati Simalungun JS dan pejabat setingkat kepala dinas (kadis) di daerah setempat. Sementara Polres Simalungun telah menetapkan 13 warga sebagai tersangka.

Menanggapi lambannya proses penyelidikan itu, praktisi hukum Julheri Sinaga, menduga telah terjadi konspirasi hukum antara penyidik dengan oknum terduga terlibat.

"Wah, ini ada apa?. Kenapa sudah berbulan-bulan diselidiki, tapi penyidik Tipiter Polda Sumut belum juga memberikan kepastian hukum terhadap kasus perambahan hutan di Simalungun," ujar Julheri Sinaga kepada wartawan di Medan, hari ini.

Menurut Julheri, Poldasu harus bergerak cepat menuntaskan kasus itu, jangan malah menjadikannya sebagai "ajang". Sebab, akan menimbulkan dampak negatif bagi penyidik dan keluarga yang terduga terlibat. Apalagi penyidik sudah mengantongi keterangan dari para tersangka yang diproses Polres Simalungun.

"Inikan sudah jelas, ada pengakuan dari tersangka yang diproses Polres Simalungun, bahwa ada pejabat Pemkab Simalungun diduga terlibat dalam aktivitas pembalakan hutan di Simalungun," kata Julheri Sinaga.

Kasubdit IV/Tipiter Dit Reskrimsus Polda Sumut, AKBP Teguh Yuswardhie ketika dikonfirmasi melalui telepon seluler, tidak merespon.

Sebelumnya, puluhan mahasiswa Gerakan Masyarakat Peduli Hutan Simalungun (GMPHS) mendesak Kapolda Sumut, Irjen Pol Syarief Gunawan segera menangkap mantan Kadispenda Simalungun yang kini menjadi Kadis Perizinan Januanner W Saragih dan anggota DPRD terpilih E Barus karena diduga terlibat pembalakan hutan lindung di Desa Tajur, Kecamatan Dolok Silau, Kabupaten Simalungun seluas 43 hektar.

Massa juga meminta Poldasu supaya mengusut keterlibatan Bupati Simalungun, JR Saragih.

"Kedatangan kami ke Polda Sumut ini sudah yang kesekian kalinya. Tapi apa tanggapan, sikap dan respon Kapolda Sumut dalam menangani perkara ini? Karena itu kami menduga Kapolda Sumut telah menerima setoran dari para perambah hutan," kata koordinator aksi, Anthony Damanik, saat berunjuk rasa di. Mapolda Sumut, baru-baru ini.

Dia menjelaskan, dalam kasus itu Polres Simalungun telah menangkap 12 pekerja perambah hutan dan telah diproses sesuai dengan hukum. Tapi yang diduga aktor intelektual penebangan hutan itu Januanner W Saragih dan E Barus hingga saat ini masih menghirup udara segar di Simalungun.

Bahkan, Januanner justru dilantik bupati menjadi Kepala Dinas Perizinan Simalungun dan E Barus yang akan dilantik menjadi anggota DPRD Simalungun periode 2014-2019.

Menanggapi aksi pengunjukrasa, Kasubdit IV/Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) Polda Sumut, AKBP Teguh Yuswardhie mengatakan, hingga saat ini pihaknya masih menunggu surat jawaban yang dilayangkannya ke Kementrian Kehutanan di Jakarta.

"Kita masih menunggu surat jawaban dari kementrian untuk melakukan pemeriksaan terhadap yang Januanner," katanya.

Sebanyak 13 tersangka merupakan pekerja telah ditahan Polres Simalungun. Karena diduga ada keterlibatan oknum pejabat, sehingga penyelidikan diambilalih Poldasu. Dalam kasus itu dua pejabat Simalungun diduga terlibat.

SUMBER : WASPADA
Langgar Permendagri No 17/2007
SIMALUNGUN, JAM 15.30 WIB
Empat mobil dinas pimpinan DPRD Simalungun yang belum lima tahun digunakan sudah dilelang. Hal ini melanggar Permendagri No 17 tahun 2007 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Barang Milik Daerah.
Keempat mobil tersebut, yakni Toyota Fortuner BK 2 T, Mitsubishi Pajero BK 12 T, BK 1258 T dan BK 11 T. Tampaknya, mobil tersebut bakal menjadi milik pribadi para pimpinan dewan periode 2009-2014. Mereka terdiri dari Binton Tindaon SPd selaku Ketua, Burhanuddin Sinaga, Ojak Naibaho SH dan Julius Silalahi ST MSi selaku wakil ketua. Keempat mobil mewah itu dibeli pada tahun 2011 silam menggunakan dana Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Simalungun.
Kepada awak koran ini, Rabu (10/9) sekira jam 15.30 wib, seorang sumber mengatakan bahwa sebenarnya keempat mobil dinas pimpinan dewan itu sudah dilelang. “Jadi, mobil itu bakal menjadi milik pribadi mereka,“ ungkap sumber.
Lebih lanjut dikatakan, bahwa pelelangan dilakukan bersamaan dengan kendaraan dinas lainnya seperti kereta sebanyak 60 unit. “Pelelangannya pada bulan Desember 2013 silam,“ jelasnya. Menurutnya, keempat mobil dinas para pimpinan DPRD Simalungun tersebut belum selayaknya dilelang. Sebab masa pakainya belum mencapai selama 5 tahun sejak ditenderkan. “Harusnya 5 tahun lebih baru layak untuk dilelang,“ paparnya.
Disebutkan, tentang usia layaknya mobil dinas dilelang diatur dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) No 17 tahun 2007 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Barang Milik Daerah. “Jadi, belum selayaknya itu dilelang. Karena pengadaannya tahun 2011, sedangkan sekarang saja masih tahun 2014,“ jelasnya seraya menegaskan bahwa mobil itu masih layak difungsikan.
Sekretaris DPRD Simalungun, Jonny Saragih SIP belum bisa dikonfirmasi karena selularnya tak dapat dihubungi, Rabu (10/9) sekira jam 19.15 wib. Pesan singkat yang dilayangkan juga tak dibalas. Sebelumnya diberitakan, dana untuk pembelian empat unit mobil dinas pimpinan DPRD Simalungun periode 2014-2019 sebesar Rp 1,8 miliar sudah diusulkan agar ditampung pada Perubahan APBD beberapa waktu lalu. (Ga)

SUMBER : http://www.metro24jam.co.id/?p=43267

SIMALUNGUN | DNA - Tahun 2014 ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simalungun akan melaksanakan Pesta Danau Toba (PDT) yang dijadwalkan berlangsung selama 3 hari dimulai tanggal 18 s/d 20 September 2014.
            
Bupati Simalungun DR JR Saragih SH MM, dalam keterangan persnya di Pamatang Raya, Senin (15/9/2014) mengatakan, pelaksanaan PDT bukan untuk mengimbangi atau menyaingi pelaksanaan Festival Danau Toba (FDT) yang tuan rumahnya nanti adalah Kabupaten Toba Samosir.
           
“PDT yang dilaksanakan oleh Pemkab Simalungun sebagai bentuk dukungan terhadap pelaksanaan FDT,” jelas JR Saragih.
      
Sejarah PDT kata Bupati tidak boleh kita lupakan, sebab PDT ini sudah dilaksanakan sejak tahun 1980 lalu.
      
“Jadi saya menghargai apa yang sudah dibuat oleh orang tua kita dulu dengan baik dan ini cukup baik,” kata Bupati yang dalam kesempatan didampingi Kadishubkominfo Mixnon Andreas Simamora SIP dan Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Rizal EP Saragih AP MSi.
      
Danau Toba dikenal imbuhnya, bukan karena festivalnya tapi PDT. Maka kita akan tetap melaksanakannya. “PDT ini tetap akan kita laksanakan yang direncanakan saya buka, dengan menghadirkan masyarakat-masyarakat Simalungun khususnya dan umumnya masyarakat luar daerah Simalungun juga di pasti akan menghadirinya,” jelas Bupati.
      
Pelaksanaan PDT juga akan dilaksanakan berbagai kegiatan pertandingan olahraga tradisional, sehingga Danau Toba tidak merasa ditinggalkan. “Intinya Pemkab Simalungun tetap mendukung pelaksanaan FDT, kita juga berharap  tahun depan FDT akan melibatkan daerah-daerah lain di pinggiran Danau Toba, sehingga semangat membesarkan warisan leluhur kita itu dapat tercipta diseluruh daerah pinggiran Danau Toba secara bersamaan,”ungkap Bupati.
      
Sementara itu, rangkaian penyelenggaraan PDT Kabupaten Simalungun tanggal 18 s/d 20 September 2014; Kamis tanggal 18/09 sebagai berikut acara pembukaan, lomba mengukir (manguhir), lomba marjalekkat, pertandingan margalah, festival vocal solo, festival tari kreasi daerah, pertandingan volley pantai, eksebisi terbang layang, malam pesona budaya Simalungun/pesisir dan penampilan Marsada Band serta artis pendukung lainnya.
      
Pada hari Jum’at tanggal 19/09 pelaksanaan kegiatan adalah festival gonrang keyboard, lomba memancing, lomba  fotography, lomba renang dewasa, lomba renang anak-anak, drag race sepeda air, eksebisi tour “X Trail”, malam pesona budaya multi etnis/nusantara, penampilan Band NAFF dan artis pendukung lainnya.
      
Kegiatan PDT pada hari Sabtu tanggal 20/09 sebagai berikut; lomba parsada-sadaan (perorangan), lomba solu pardua-duaan, eksibisi Jet Sky, drag rice speed boat, drag race scooter, eksebisi sepeda gunung, eksebisi tour Harley Davidson, penyerahan hadiah, acara penutupan dan penampilan Band KOTAK serta artis pendukung lainnya.(herman maris)

SUMBER : http://www.dnaberita.com/berita-117547-pdt-bukan-untuk-saingi-fdt.html