sponsor

Select Menu

Favourite

Berita

Budaya

Bupati Simalungun

Pematang Raya

Pematang Siantar

Pendidikan

Politik

Kaos Simalungun

VIDEO

PSMS Medan mengakui belum menerima hadiah Rp 1,5 miliar sebagai juara Piala Kemerdekaan 2015. Meski demikian, mereka tak mau terlalu mempermasalahkan saat ini karena masih menikmati euforia juara setelah menundukkan Persinga Ngawi 2-1 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Minggu (13/9).
Manajer PSMS Medan, Andry Mahyar, mengakui soal uang match fee dan hadiah, memang tak bisa diselesaikan dalam waktu dekat.
“Mereka menjanjikan dalam waktu dua minggu akan selesai. Dan, kami masih yakin Tim Transisi bisa menyelesaikan semua,” katanya, saat dihubungi, Selasa (15/9).
Saat didesak untuk memberikan evaluasi terhadap Piala Kemerdekaan Mahyar dia hanya meminta agar kemasan promosi dan keprofesionalan tim Transisi bisa diperbaiki. Sebab, masih terlihat ada kekurangan di sana-sini dalam pelaksanaan turnamen resmi pemerintah tersebut.
“Kami tunggu saja, mudah-mudahan mereka bisa lebih profesional,” tuturnya. (dkk/jpnn)
JAKARTA – Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Nasrullah menegaskan, kepala daerah yang kembali maju sebagai calon kepala daerah dalam pilkada 2015, harus mengajukan cuti jika ingin melaksanakan kampanye, apapun bentuknya.
Baik itu melakukan pertemuan terbatas, menghadiri acara yang diselenggarakan oleh tim pemenangannya, maupun acara-acara lain.
“Jadi pada setiap aktivitas kampanye apapun bentuknya, dia wajib mengirimkan surat ke pihak yang lebih berwenang untuk izin cuti,” ujar Nasrullah, Selasa (15/9).
Nasrullah menjelaskan, jika melakukan kampanye di luar izin cuti, maka Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten/Kota atau Bawaslu Provinsi, harus menjatuhkan sanksi terhadap calon kepala daerah yang merupakan petahana tersebut.
Selain itu Nasrullah menyarankan pengawas pemilu di daerah membuat semacam buku hitam. “Buku hitam ini berisikan daftar pelanggaran paslon yang kemudian dikonsumsi oleh publik sehingga publik tahu mana kepala daerah yang taat hukum dan mana yang tidak,” ujarnya.
Menurut Nasrullah, sanksi perlu diberikan karena negara sebenarnya telah memberi kelonggaran kepada kepala daerah yang maju sebagai paslon. Bahwa di satu sisi diperkenankan melaksanakan tugas sebagai kepala daerah, sementara di sisi lain juga diberikan waktu untuk melakukan kampanye. Namun aktivitas harus dilakukan secara terpisah.
“Jadi, negara memberi kelonggaran untuk dia cuti, tetapi kalau di luar waktu cutinya dia manfaatkan untuk kampanye, maka itu pelanggaran,” ujarnya. (gir/jpnn)
RAYA – Gunung Sinabung yang meletus Selasa pagi (15/9) kemarin berdampak hingga ke Kecamatan Raya dan sekitarnya. Selain mengganggu kesehatan, abu vulkanik ini dikhawatirkan bisa merusak tanaman.

Berdasarkan keterangan  Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho lewat layanan pesan singkat mengatakan bahwa Gunung Sinabung tiga kali meletus sejak Selasa pagi. 
Erupsi pertama terjadi pukul 05.25 WIB dengan tinggi kolom erupsi 2.500 meter dan memunculkan awan panas dengan guguran sejauh 3.000 meter ke arah timur dan tenggara.
Letusan terjadi lagi pukul 05:36 WIB dengan tinggi kolom 2.000 meter dan awan panas sejauh 3.000 meter ke arah arah timur dan tenggara. Selanjutnya, pukul 08.20 WIB erupsi ketiga terjadi dengan tinggi kolom 3.000 meter dan awan panas sejauh 4.000 meter ke arah timur dan tenggara. Banyaknya abu vulkanik yang keluar dari erupsi Gunung Sinabung menyebabkan Kabanjahe dan Berastagi serta wilayah Kabupaten Simalungun terguyur hujan abu.
Amantan METRO, pengendara yang datang dari arah Seribudolok hampir semuanya memakai masker. Bahkan karna debu vulkanik yang begitu pekat, beberapa apotik dipadati warga untuk membeli masker. 
Siangnya, Dinas Kesehatan Kabupaten Simalungun langsung membagikan masker kepada masyarakat. Kepala Dinas Kesehatan, Mauresdo Purba mengatakan jumlah masker yang dibagikan sebanyak 10 ribu buah. 
Lebih jauh disampaikan Mauresdo, pihaknya sudah mengontak seluruh Puskesmas untuk membagikan stok masker di wilayah kerjanya. “Kalau memang ternyata debu semakin parah, mungkin Dinkes akan mengadakan rapat khusus mengundang komite medik, membahas soal pengadaan masker dan obat-obatan untuk penyakit ISPA,” ujarnya.
“Dihimbau kepada seluruh Puskesmas lebih memaksimalkan pelayanan, standbay 24 jam di Puskesmas untuk melayani masyarakat yang terserang ISPA,” tambah Mauresdo.
Selain berdampak pada kesehatan, beberapa warga khususnya petani juga mengkhawatirkan dampak dari debu vulkanik ini terhadap tanaman. Candra Saragih, seorang warga Kelurahan Sondi Raya mengatakan, dengan adanya debu vilkanik tersebut, sangat beresiko tanaman cabainya menjadi rusak.
Sebab bila terus berlanjut, bisa mengakibatkan gagal panen.
“Mudah-mudahan ini tidak terus berlanjut. Supaya tanaman petani tidak rusak,” harapnya. (ss/end/pra) 

sumber : METROSIANTAR
METROSIANTAR.COM – Sembilan pejabat Kapolres setingkat Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) dan tujuh pejabat utama Polda Sumut setingkat Komisaris Besar (Kombes) dimutasi, Sabtu (12/9). Salahsatunya ialah Kapolres Simalungun.
Kabid Humas Polda Sumut Komisaris Besar (Kombes) Pol Helfi Assegaf pada Wartawan  mengatakan, para pejabat yang dimutasi itu yakni, Kombes Pol Nelson Panjaitan yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Pengamanan Obyek Vital (Pam-Obvit) Polda Sumut diangkat dalam jabatan baru sebagai Kepala Biro Operasi (Karo Ops) Polda Lampung. Selanjutnya, jabatan Dirpamobvit diduduki oleh Kombes Pol Heri Subiansauri.
Kemudian, Kepala Biro Sumber Daya Manusia (Karo-SDM) Polda SumutnKombes Pol Tabana Bangun dimutasi menjadi Direktur Akademi, Akademi Kepolisian (Akpol) di Lembaga Pendidikan Kepolisian (Lemdikpol).
Sedangkan kursi Karo SDM Polda Sumut diduduki oleh Kombes Pol Nugroho Slamet Wibowo yang sebelumnya menjabat sebagai analis kebijakan madya bidang Pembinaan Karir (Binkar) SSDM Polri.
Lalu, jabatan Direktur Lalulintas (Dirlantas) Polda Sumut yang sebelumnya diduduki oleh Kombes Pol Refdi Andri kini beralih kepada Kombes Pol I Wayan Sunarta.
Kombes Pol Tarsim Tarigan yang sebelumnya menjabat sebagai Kalabfor Cabang Denpasar Puslabfor dimutasi menjadi Perwira Menengah (Pamen) di Polda Sumut (Dalam rangka pensiun). Dir-Reskrimum Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) yang sebelumnya dijabat oleh Kombes Pol Mochammaf Slamet dimutasi menjadi Dir-Sabhara Polda Sumut setelah ditinggalkan oleh Kombes Pol Darto Juhartono yang kini menjabat sebagai Kabid Jemenopsrek Korlantas Polri.
Sedangkan, Dir-Reskrimum Polda Sumut yang sebelumnya dijabat oleh Kombes Pol Dul Alim juga beralih. Sebab, Kombes Pol Dul Alim dimutasi menjadi Biro Pengawasan Penyidikan (Rowassidik) Bareskrim Mabes Polri.
Selanjutnya, jabatan Dir-Reskrimum Polda Sumut diduduki oleh Kombes Pol Dono Indarto. Sementara, pejabat Kabagbinlatops Polda Sumut yang sebelumnya diduduki oleh AKBP Achmad Fauzi kini berganti menjadi Kabagbinkar Rosdm Polda Sumut. Sedangkan, AKBP Farid Amansyah yang sebelumnya menjabat sebagai Kabiddokes Polda Bengkulu diangkat menjadi Kepala Rumah Sakit (Karumkit) Bhayangkara Medan Biddokes Polda Sumut.
Kapolres Dairi yang sebelumnya dijabat oleh AKBP Gidion Arief Setyawan beralih kepada AKBP Ahmad David yang sebelumnya menjabat sebagai Kasubdit II/Hardatahbang Ditreskrimum Polda Sumut. Karena, AKBP Gidion Arief Setyawan diterbangkan menjadi Kapolres Banyumas Polda Jateng.
Begitu juga dengan AKBP Guntur Agung Supono yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolres Serdang Bedagai, kini beralih kepada AKBP Hernowo Yulianto. karena, AKBP Guntur Agung Supono dimutasi menjadi Wadir Intel Polda Aceh.
Hal serupa juga terjadi kepada AKBP Jansen Sitohang yang sebelumnya menjabat sebagai Kasubdit IV Ditintelkam Polda Jateng jadi kini berganti menjadi pengendali Komando Polres Pakpak Barat.
Sedangkan AKBP Heri Sulesmono harus meninggalkan jabatannya sebagai Kapolres Simalungun dan menjadi Wakasat Brimob Polda Sumbar. Selanjutnya, kursi Kapolres Simalungun diduduki oleh AKBP Yofie Girianto Putro yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolres Nias.
Kekosongan kursi pengendali Komando di Polres Nias kemudian diisi oleh AKBP Bazawato Zebua yang sebelumnya menjabat sebagai Kabagbinopsnal Ditresnarkoba Polda Sumut. Begitupun dengan Kapolres Tapanuli Selatan (Tapsel), harus berganti dari tangan AKBP Parluatan Siregar kepada AKBP Rony Samtana yang sebelumnya menjabat sebagai Kasubbagpodi S-3, Jemenkamtekpol Ditprog Sarjana Stik, Lemdikpol.
Sementara AKBP Parlautan kini diangkat menjadi Wadir Binmas Polda Sumut.
“Jabatan itu amanah, mutasi itu biasa di tubuh Polri untuk penyegaran dan peningkatan kinerja. Sehingga pelayanan kepada masyarakat itu lebih optimal,” katanya.
Kapolres Simalungun AKBP Heri Sulesmono saat dikonfirmasi MERO, mengatakan sudah mengetahui adanya informasi pergantian tugas yang diembannya menjadi Wakasat Brimob Polda Sumbar.
“Ya, saya dipindahtugaskan menjadi Wakasat Brimob Polda Sumbar. Kapolres Simalungun nantinya akan dijabat AKBP Yofie Girianto Putro yang sebelumnya Kapolres Nias. Kalau di Simalungun terus kan gak mungkin naik pangkat,” jelas orang nomor satu di Polres Simalungun tersebut yang menjabat sejak Januari 2015.(int/rah/pra)

sumber : METROSIANTAR
SIMALUNGUN – Program pengobatan gratis yang dilaksanakan Pemkab Simalungun berujung petaka. Seorang bayi berusia 1,5 tahun bernama Nuzul Habib Ramadhan meninggal dunia karena mengalami inisiden ketika berlangsungnya program tersebut.
Belum diketahui pasti apa penyebab bayi tersebut meninggal. Sejumlah sumber mengatakan bahwa bayi meninggal diduga akibat terkena aliran listrik yang disalurkan dari gedung puskesmas pembantu (Pustu) Silau Bayu ke mobil Unit Pelayanan KB (Keluarga Berencana). Ada juga yang mengatakan karena terjatuh dari mobil Unit Pelayanan KB.
Informasi yang dihimpun METRO dari sejumlah warga sekitar Pustu Silau Bayu, saat itu, Kamis (10/9) sekira pukul 10.30 WIB, sedang berlangsung pengobatan gratis yang merupakan program pelayanan KB di mobil Unit Pelayanan KB BK7017T warna biru yang terparkir di dekat Pustu Silau Bayu, Kecamatan Gunung Maligas.
Namun, saat berlangsungnya kegiatan tersebut, tiba-tiba petaka itu terjadi dan bayi tersebut langsung ditangani salah seorang dokter di Pustu Silau Bayu. Namun, kondisi korban semakin memburuk hingga dirujuk Ke RS Horas Insani. Namun, dalam perjalanan, bayi tersebut menghembuskan nafas terakhirnya.

sumber : METROSIANTAR
Simalungun (SIB)- Spanduk penolakan Indomaret terpampang di Saribudolok Kecamatan Silimakuta Kabupaten Simalungun, Senin (7/9). Spanduk itu bertuliskan, 'Persatuan pedagang kecil Saribudolok menolak keras pendirian Indomaret'.

Spanduk itu berukuran besar sekira lebar 1 meter dengan panjang 5 meter. Spanduk tersebut dipampang melintang di atas jalan provinsi persis di Jalan Kabanjahe atau sekira 15 meter dari Kantor Pos Saribudolok.

"Tidak tahu. Mungkin tadi malam dipasang. Memang Indomaret mau beroperasi di Jalan Kabanjahe Saribudolok," kata warga  kepada wartawan.

Camat Silimakuta Lamad Ludin Purba ketika dihubungi SIB mengatakan, pihaknya sudah mengetahui adanya penolakan Indomaret tersebut.

"Penolakan itu sudah disampaikan kepada kita. Pihak Indomaret pun sudah menjumpai kita untuk mengurus rekomendasi guna pengurusan izin. Tapi rekomendasi itu tidak kita keluarkan, karena adanya penolakan tersebut," katanya sembari mengatakan, Indomaret tidak bisa beroperasi tanpa izin. (C09/f)

sumber : SIB