Select Menu

sponsor

Select Menu

Favourite

Berita

Budaya

Bupati Simalungun

Pematang Raya

Pematang Siantar

Pendidikan

Politik

Kaos Simalungun

VIDEO

SIMALUNGUN | DNA - Pengakuan Julius Silalahi di hadapan penyidik Polres Simalungun yang membeberkan beberapa nama oknum pejabat dan pengusaha ikut terlibat percaloan proyek anggaran dan CPNS, diminta untuk tidak ditutup-tutupi tapi ikut diusut hingga tuntas.

Pengacara Ir.Julius Silalahi (tersangka), Luhut Sitinjak SH, Minggu (5/10/2014) mengatakan itu menanggapi adanya beberapa oknum yang diyakini ikut bertanggungjawab terhadap aliran dana yang diterima kliennya itu dari para saksi pelapor.

“Kalau di KPK, siapa saja yang terlibat menerima dana dalam kasus pidana, ikut dijadikan tersangka. Jadi karena sumber hukum yang dipakai KPK dan polisi adalah sama, maka kita minta agar semua yang ikut menerima aliran dana dijadikan tersangka,” tandas Luhut Sitinjak menanggapi wartawan, Minggu (5/10/2014) sore.

Mantan anggota DPRD Simalungun yang kini kembali berprofesi sebagai advokad itu menjelaskan, dana yang diterima kliennya (Julius Silalahi, -red) dari saksi pelapor, misalnya untuk janji proyek misalnya, bukan hanya untuk dirinya, tapi disalurkan kepada oknum AS (pengusaha), Tbn (pejabat Pemkab Simalungun) yang sekarang pindah ke luar daerah dan kepada seseorang di Jakarta.

Nama-nama dan alamat oknum-oknum itu kata Luhut sangat jelas, dan tak sulit untuk melacaknya. Namun Luhut meragukan apakah polisi bernyali untuk mengejar oknum-oknum dimaksud, karena AS misalnya, dia disebut-sebut saudara dari oknum penguasa eksekutif di Simalungun.

“Kita yakin itu yang lain terlibat, tak mungkin klien kita berdiri sendiri. Dan semua ini sudah diungkap klien kita dan sudah diproses verbal penyidik kepolisian,” ujarnya.

Kliennya itu juga sedikit ada keyakinan, penangkapan dan penahanan mendadak kliennya itu bermuatan politis. Tapi katanya, dia tidak mengurusi soal itu, melainkan hanya mengurusi masalah hukumnya.

“Kita menduga ada muatan politisnya, tapi kita tak mengurus itu, yang kita urus masalah hukumnya saja,” tegasnya sembari menambahkan sekarang dia sedang berusaha untuk mengajukan penangguhan tahanan kliennya itu.

                        Terlibat Banyak Kasus

Seperti diberitakan koran ini sebelumnya, Ir.Julius Silalahi yang dikenal sebagai politisi dan mantan anggota DPRD Simalungun diciduk petugas kepolisian Polres Simalungun dari salah satu kedai kopi di Simpang Empat Kota Pematangsiantar, Rabu (1/10/2014) pukul 10.00 Wib.

 Penangkapan Julius sebagaimana dijelaskan Kapolres Simalungun, AKBP Andi S.Taufik SIk didampingi Wakapolres Simalungun, Kompol Jean C Simanjuntak dan Kabag Ops.Reskrim Suandi Sinaga dalam keterangan persnya di Mapolres Simalungun, Kamis (2/10/2014), kaena adanya laporan pengaduan dari masyarakat atas tuduhan penipuan penggelapan.

Dalam kasus ini, Julius tetap ditahan dalam rutan Polres Simalungun, karena menurut Kapolres tersangka selama ini tidak kooperatif dalam setiap memenuhi panggilan petugas penyidik kepolisian.

 Selain itu, tersangka bukan hanya terlibat satu kasus saja, tapi ada empat laporan pengaduan dari empat saksi korban. Belum lagi laporan pengaduan masyarakat yang sudah diproses di Polres Pematangsiantar.

Dijelas AKBP Andi S.Taufik, laporan pengaduan yang kini ditangani Polres Simalungun, adalah Laporan Pengaduan (LP) 60/III/2014 tanggal 4 Maret 2014 sempat diproses. Dalam kasus ini, tersangka diduga melakukan penipuan dan penggelapan (Pasal 372 dan 378 KUHP), tersangka dilaporkan korban karena janji tersangka untuk memasukkan anaknya masuk CPNS tak terbukti.
     
Saat kasusnya diproses, belakangan kata Kapolres muncul perdamaian antara tesangka dengan pihak korban dan uang Rp150 juta yang sempat diterima tersangka, dikembalikan.
     
“Tapi adanya perdamaian ini tidak mengurangi kewenangan kami untuk tetap menahan tersangka. Karena masih ada tiga LP lagi dari pelapor berbeda yang masih kita tangani, kasusnya juga penipuan dan penggelapan,” jelas AKBP Andi S.Taufik.
     
Kasus itu antra lain, LP 30/I/2014, korbannya ditipu sebesar Rp690 juta. Dalam kasus ini, tersangka Julis Silalahi diduga menjanjikan proyek tapi hingga batas waktu yang dijanjikan proyek tersebut tidak ada.
     
Kemudian LP 60 tahun 2014, korbannya ditipu sekitar Rp150 juta, Korbannya dijanjikan masuk CPNS, tapi hingga lewat batas waktu yang dijanjikan si korban tak juga masuk jadi PNS. Dan ada lagi LP 103 tahun 2014, juga korbannya dijanjikan masuk CPNS, janji ini juga tak terbukti.
     
Dalam praktiknya, tersangka meninggalkan ‘jejak’ berupa bukti-bukti kuitansi serahterima uang, didukung keterangan sejumlah saksi. “Alat bukti berupa kuitansi sudah kita sita, saksi-saksi juga ada dan cukup untuk menjerat terlapor sebagai tersangka,” ujar Kapolres.
      
Kasusnya, sebut AKBP Andi, sudah terjadi sejak tahun 2011, tahun 2012. Tapi baru dilaporkan di tahun 2014 ini. Alasan pelapor, karena selama ini masih berharap semua janji-janjinya dipenuhi, tapi karena terlapor semakin berbelit dan sulit ditemui, akhirnya permasalahannya dilaporkan ke polisi.
     
Alasan Kapolres terpaksa menahan tersangka, antara lain, agar tidak melarikan diri, tidak menghilangkan barang bukti. “Apalagi selama ini, dia tidak koopertif untuk memenuhi panggilan polisi,” terangnya.
     
Menanggapi kenapa baru sekarang ditahan? Kapolres menjelaskan, sebenarnya dari awal juga sudah cukup bukti untuk menahannya. Tapi karena ketika itu terlapor masih status anggota dPRD maka perlu ijin dari Gubernur Sumut. “Sekarang dia kan tidak anggota dewan, langsung kita cari, tangkap dan tahan,” jelasnya.
    
                                  Sebut Nama Oknum Pejabat

Saat menjalani pemeriksaan, Julius Silalahi kepada penyidik mengakui, uang yang diterimanya dari pelapor, seperti uang yang tekait janji proyek bukan hanya untuk dirinya. Tapi uang itu dibagi kepada beberapa pejabat dan pengusaha swasta.
     
Salah satu pejabat itu, bermarga Tambun, sebut Julius kepada penyidik dan juga kepada wartawan, pejabat itu dulunya bertugas di salah satu dinas yang menangani bencana alam, tapi sekrang  katanya sudah pindah ke luar daerah.
       Uang juga diserahkan kepada salah seorang pengusaha, inisial AS. Selanjutnya mereka menemui seseorang di Jakarta inisial Fm. “Bukan untuk aku aja uang itu, tapi kuserahkan kepada mereka itu,” ungkap Julius.
                                 
 Kasus Lain di Polres
     
Masih dalam keterangan pers itu, pihak Polres Simalungun mengaku dihubungi pihak Polres Siantar. Mereka menjelaskan, bahwa tersangka yang kini ditahan di rutan Simalungun, ada dilaporkan kasus pidana di Polres Siantar. Salah satunya kasus pengancaman menggunakan senjata mirip senjata api.
     
 “Kita ada dihubungi Polres Siantar, di sana juga dia dilaporkan kasus lain. Salah satunya pengancaman terhadap warga dengan senjata softgun,” imbuh Kabag Ops.Reskrim, Suandi Sinaga. (dna/herman maris) 
 
SUMBER : DNA BERITA
SIMALUNGUN | DNA - Komandan Korem 022/PT Kolonel Arm Broto Guncahyo bertindak sebagai inspektur upacara pada perayaan HUT TNI ke-69 yang dilaksanakan di halaman Kantor Bupati Simalungun di Pamatang Raya, Selasa 07/10/2014. Bertindak sebagai komandan upacara Mayor Inf Amrizal Nasution, pengucapan Sapta Marga oleh Letda Inf B Barimbing. Peringatan HUT TNI ke-69 mengambil tema, patriot sejati, professional dan dicintai rakyat.

Hadir dalam acara tersebut Bupati Simalungun DR JR Saragih SH, MM, Wali Kota Pematangsiantar Hulman Sitorus SE, Wali Kota Tanjung Balai H Thamrin Munthe, Bupati Labura H Kharuddin Syah SE, Danrindam Kolonel Cahyo SP, Dandim 0207 Letkol Inf Parluhutan Marpaung, Kapolres Simalungun AKBP Andi Syariful Taufik beserta undangan.
Panglima TNI Jenderal Moeldoko dalam sambutan tertulisnya dibacakan Danrem 022/PT Kolonel Arm Broto Guncahyo mengatakan setiap prajurit  dan PNS TNI dituntut mengedepankan tugas  dan kepentingan masyarakat diatas kepentingan pribadi. Sekecil apapun sikap dan tindakan primitif akan menganggu bahkan merusak jati diri TNI sebagai tentara rakyat, tentara pejuang, tentara nasional dan tentara profesional.

Untuk itu pada kesempatan memperingati Hari Jadi TNI ke-69, saya sebagai pimpinan TNI mengajak kepada seluruh prajurit dan PNS TNI dapat memaknai usia TNI ke-69 ini dengan tekad dan janji untuk meningkatkan kinerja dan kualitas pengabdian dimasa-masa yang akan datang.

Guna meneguhkan hati dan menguatkan jiwa segenap prajurit TNI, saya ingatkan kembali dan intruksikan hal-hal yang dipedomani sebagai berikut, pertama, mantapkan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa sebagai landasan moral dan etika dalam pelaksaan tugas, kehidupan prajurit, kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Kedua, tugas prajurit TNI sangat berkaitan langsung dengan tegak atau runtuhnya Negara, bersatu atau bercerainya bangsa. Oleh karena itu tempatkan tugas diatas segala-galanya karena tugas adalah kehormatan, harga diri dan kebanggaan. Ketiga, junjung tinggi nilai dan semangat kebangsaan demi tetap kokohnya persatuan dan kesatuan bangsa serta tetap tegaknya kedaulatan Negara Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Keempat, tingkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan dengan mencermati serta mengantisipasi perkembangan situasi secara terus menerus terhadap adanya upaya menganggu kedaulatan dan keutuhan wilayah NKRI. Kelima, pegang teguh displin keprajuritan dengan berpedoman Sapta Marga, Sumpah Prajurit, Delapan Wajib TNI, taati hukum dan hormati hak azasi manusia.

Keenam, bina soliditas satuan, tegakkan rantai komando dan mantapkan kesatuan komando disetiap strata kepemimpinan satuan TNI, sehingga terwujud loyalitas tegak lurus yang jelas dan tegas. Tujuh, mantapkan kepemimpinan lapangan, budayakan berlajar dan berlatih dengan sungguh-sungguh, benar dan baik karena belajar dan berlatih merupakan jalan utama menuju tercapainya profesionalisme keprajuritan yang diharapkan.

Acara peringatan HUT TNI ke-69 diisi berbagai kegiatan seperti persembahan tari-tarian yang dibawakan ibu-ibu persit Kodim 0207 Simalungun, perlombaan marching band, atraksi kolone senapan dari Tinif 122/TS, dan atraksi seni bela diri dari Yonif 126/KC.(ril/herman maris) 
 
SUMBER : DNA BERITA

Museum yang berisi sejarah dan budaya Simalungun itu kini sangat jarang dikunjungi.

Museum Simalungun
Kepala Yayasan Museum Simalungun, Jomen Purba, meratapi kondisi museum itu kini. Museum yang berisi sejarah dan budaya Simalungun itu kini sangat jarang dikunjungi.
Menurut Jomen, bangunan itu hanya sekadar pajangan di pusat Kota Siantar. Museum, lanjutnya, tak lagi dianggap sebagai sesuatu yang menawan.
"Udah seringnya itu kuusulkan supaya ada sedikit dana untuk membuat supaya itu jadi lebih menarik. Supaya orang mau berkunjung kemari. Ke Pemkab (Simalungun) udah, ke Pemko (Pematangsiantar) udah," ujarnya, Kamis (21/8).
Setiap hari, tak selalu ada pengunjung yang mendatangi Museum Simalungun. Jika ada yang datang, palingan hanya dua sampai empat pengunjung.
"Mana ada yang datang. Tengoklah sendiri kayak hari ini. Satu pun enggak ada yang datang. Sehari belum tentu ada yang datang. Kalau ada yang datang pun paling dua, tiga, empat," kata Jomen.
Masalah sepinya Museum Simalungun telah menjadi sorotan sejak lama. Menurut Jomen, pemerintah serta masyarakat Siantar dan sekitarnya seakan tak menganggap museum itu sebagai tempat yang menarik.
"Anda saja yang lantaran bukan orang sini. Kalau orang sini udah gak ada lagi yang peduli. Sekolah-sekolah aja pun enggak ada siswanya yang kemari," tambahnya.
Museum Simalungun terletak di pusat Kota Siantar, tepatnya di Jalan Sudirman, sebelah Kantor Polres Pematangsiantar.
Setiap hari, museum buka dari pagi sampai pukul 18.00 Wib. Pengunjung yang masuk dikenakan tarif sebesar Rp 5.000 untuk dewasa dan Rp 2.000-Rp 4.000 untuk anak-anak dan remaja.
"Retribusi itu paling untuk operasional ajanya. Kayak listrik, air," tandas Jomen.
(Sumber: Tribun Medan)

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Simalungun, Sumatera Utara, akan menaikkan gaji jajaran aparat desa terhitung mulai tahun 2015.
Hal ini dilakukan, sebagai upaya meningkatkan semangat kerja dalam melaksanaan program pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan.
Gaji untuk lurah menjadi Rp3 juta per bulan, Pangulu (kepala desa) Rp2,5 juta, sekretaris desa (nonPNS) Rp1.750.000, kepala urusan umum Rp1.250.000, Gamot (kepala lingkungan), Rp1.000.000, dan LKMD Rp300.000, kata Bupati Simalungun Jopinus Ramli Saragih, Selasa ini.
Ia berharap, para Pangulu beserta perangkat desa lainnya akan lebih baik lagi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat dan lebih sering turun ke tengah-tengah masyarakat.
"Mereka (Pangulu dan perangkat desa, red) inilah ujung tombak dalam memberikan pelayanan di masyarakat dan sebagai motor penggerak suksesnya program pemerintahan di desa," katanya.
Bupati juga menyampaikan bahwa pada tahun 2015, Pemkab Simalungun mengusulkan kenaikan tambahan penghasilan sesuai dengan beban kerja (insentif) kepada para staf sebesar Rp1 juta per bulan.
Terkait tenaga honorer, bupati mengimbau kepada pimpinan SKPD di masing-masing unit kerja untuk mendata kembali dan disampaikan kepada Badan Kepegawaian Daerah (BKD).
"Ini untuk memudahkan penggajiannya. Saya menginginkan gaji honorer minimal sama dengan Upah Minimun Regional (UMR)," jelas Bupati.
Sumber ; Ant
Editor, Sianturi, Bp
Fhoto, Ilustrasi kepala desa (kades) Ist.
JAKARTA - Kabar baik bagi para penggagas pembentukan Kabupaten Simalungun Hataran dan Provinsi Tapanuli (Protap). Dua usulan pemekaran itu lolos masuk dalam daftar prioritas pemekaran yang akan dibahas DPR bersama pemerintah.
Dari 65 usulan pemekaran yang sudah dikaji Badan Legislasi (Baleg) DPR, terdapat 33 usulan yang masuk pembahasan gelombang pertama. Dua di antaranya Simalungun Hataran dan Protap.
Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua Komite I Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Kamaruddin. Seperti diketahui, dalam proses pembahasan pemekaran, DPD memang punya kewenangan ikut membahas sejak awal.
"Dari 33 itu, yang paling banyak dari Papua dan Papua Barat yang totalnya 17 usulan pembentukan daerah otonom baru. Yang 16 dari daerah lain," ujar Kamaruddin yang juga Ketua Panja Pemekaran DPD di Jakarta, kemarin (10/10).
Dijelaskan, sisanya yang lain akan dibahas lagi dalam dua gelombang, yakni gelombang kedua dan ketiga. Untuk gelombang pertama, akan dibahas usai masa reses DPR akhir Oktober ini.
Enam belas usulan pemekaran yang masuk gelombang pertama yang non Papua adalah calon Kota Tahuna (Sulut), Kota Muara Bungo (Jambi), calon Kabupaten Maumere (NTT), Sekayan Raya (Kalbar), Kepulauan Kundur (Kepri), Talaud Selatan (Sulut), Banua Landjak (Kalbar), Lombok Selatan (NTB), Simalungun Hataran (Sumut), Bogor Barat (Jabar), Sukabumi Utara (Jabar), Renah Indojati (Sumbar), Kikim Area (Sumsel),  Panipi (Gorontalo) .
Dua lagi usulan pembentukan provinsi baru yakni Provinsi Sumbawa dan Provinsi Tapanuli.           
Dijelaskan, kriteria masuk ke gelombang pertama karena persyaratan pemekaran yang ditentukan peraturan perundang-undangan sudah lengkap. Sementara sisanya yang akan dibahas di gelombang berikutnya karena persyaratan belum lengkap.
"Yang tidak masuk pembahasan itu (gelombang pertama, red), ada syarat yang belum dilengkapi," terangnya.
Dia memperkirakan, untuk pembahasan usulan pemekaran yang masuk gelombang kedua dan ketiga, kemungkinan baru bisa dibahas oleh DPR periode 2014-2019. Pasalnya, untuk masa jabatan DPR yang sekarang tinggal beberapa bulan lagi, sebelum akhirnya masuk tahun sibuk jelang pemilu 2014. (sam/esy/jpnn)

HORAS MA HUBATTA HAGAGUP
ETAH DUKUNG HITA HASOMANTA
SONNY SARAGIH bani acara acara Rising Star Indonesia di RCTI, Pukul 21.00 wib
Sonny saragih Sidauruk aima hasoman na berasal dari Sondi raya,  tading Di jakarta..

bapak berasal hun sondi raya
ibu nya boru DAMANIK hun nagori dolok

1. Download aplikasi RSI di App, Google Play atau Playstore.
2. Login menggunakan Facebook, Teitter atau Google+
3. Selama program berlangsung check in terlebih dahulu, sebelum melakukan voting.4. Pilih "YES" (swipe tombol biru) saat SONNY SARAGIH sedang Tampil.

Atau
langsung klik link d bwh ini utk download..App store:https://itunes.apple.com/id/app/rising-star-indonesia/id904309041?mt=8Google play:https://play.google.com/store/apps/details?id=com.screenz.risingstar_in&hl=enYes for SONNY

facebook Sonny :
https://www.facebook.com/sonny.saragih.1

bantu shared y teman2..