sponsor

Select Menu

Favourite

Berita

Budaya

Bupati Simalungun

Pematang Raya

Pematang Siantar

Pendidikan

Politik

Kaos Simalungun

VIDEO




Bupati Simalungun Dr JR. Saragih, melayat ke rumah duka meninggalnya Hulman Sitorus, SE yang merupakan pemenang Hasil pemilukada susulan Pematangsiantar pada 16 November 2016 yang lalu.
Walikota Pematangsiantar terpilih ini meninggal dunia di rumah sakit Vita Insani Pematangsiantar sekitar pukul 03.15 dan diduga akibat serangan jantung.
Mendengar kabar dukacita meninggalnya Hulman Sitorus tersebut, Bupati yang saat itu sedang melaksanakan kegiatan gotong royong bersama masyarakat di Kec. Girsang Sip. Bolon langsung beranjak dari lokasi gotong royong, menuju rumah duka yang beralamat di jalan Mual Nauli Kelurahan Siopat suhu Kecamatan Siantar timur, Kamis, (08/12/2016).


Saat berada di rumah duka Bupati Simalungun yang didampingi Sekda bersama dengan Pejabat Pemerintah Kabupaten Simalungun menyampaikan ucapan rasa duka cita yang mendalam kepada pihak keluarga yang ditinggalkan. Sekaligus menyampaikan kata – kata penghiburan. “sabar dan tabah serta perbanyak doa untuk orang yang kita cintai ini,” kata Bupati kepada pihak keluarga yang ditinggalkan.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga mengungkapkan bahwa dirinya telah  kehilangan seorang teman yang baik dan humoris, serta seorang kader partai terbaik. “Hulman Sitorus  adalah walikota pilihan masyarakat Pematangsiantar hasil Pemilukada kemarin, untuk itu diharapkan agar seluruh elemen masyarakat untuk dapat sabar dalam menerima cobaan ini dan tetap menjaga kekondusifan di Kota Pematangsiantar. Ujanya. 


sebagai teman dan rekan satu Partai di Partai Demokrat Bupati menyampaikan bahwa dirinya akan ikut turut serta sebagai ‘suhut paidua’ (kekerabatan keluarga) untuk mempersiapkan segala kebutuhan acara Adat sampai mengantarkan jenazah ke peristirahatan yang terakhir. "Saya akan memantau dan memastikan semua kebutuhan untuk acara adat sampai proses acara pengebumian almarhum ini berjalan dengan lancar," ujar Bupati.



Bupati Simalungun Dr JR. Saragih, SH, MM menghadiri undangan Rapat Koordinasi Pemprov. Sumatera Utara dengan Badan Pemeriksa Keuangan RI (BPK-RI) dari Gubernur Sumatera Utara H. Tengku Erry Nuradi, M.Si Dalam rangka membangun tata kelola keuangan daerah yang baik dan transparan. Selasa (6/12/2016) di Aula Martabe, Kantor Gubernur Sumut.

Dalam sambutannya, Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi menyampaikan bahwa Rapat Koordinasi dengan BPK RI ini dalam rangka menunjang reformasi laporan keuangan di tingkat daerah. Rapat Koordinasi ini juga bertujuan untuk meningkatkan mekanisme dan peran serta pengelolaan keuangan negara yang bekerja dengan transparansi dan penuh akuntabilitas.

Gubernur juga berharap di tahun 2017 nanti, hasil pemeriksaan LHP Kabupaten/Kota se-Sumut yang mendapatkan WTP (wajar tanpa Pengecualian) akan bertambah. "Hasil pemeriksaan LHP tahun 2016, pada tahun 2017, kabupaten/kota dan provinsi yang sudah mendapatkan penilaian WTP bisa mempertahankannya dan yang belum akan bertambah. Dengan kegiatan ini akan terus menambah semangat untuk memberikan pelayanan yang terbaik dan laporan penyelenggaraan pemerintah daerah akan semakin baik," ujar Gubernur.

Bupati Simalungun, usai mengikuti rakor dengan BPK RI menyampaikan, bahwa apa yang disampaikan dalam Rakor dengan BPK RI adalah memberikan motivasi kepada seluruh kepala daerah di Sumatera Utara agar bisa lebih memperbaiki kinerja.  Bupati juga mengatakan bahwa permasalahan aset menjadi salah satu point penting yang menjadi permasalahan di setiap daerah dan sudah menjadi permasalahan klasik. “Tadi sudah dijelaskan, bahwasannya audit boleh saja dilakukan semisal tahun 2017, kemudian hasil auditnya bisa dilaporkan pada tahun 2018," ujar Bupati.

Bupati juga menilai bahwa banyak bantuan operasional dari pusat yang  dihibahkan seperti mobil pemadam kebakaran, ambulance dan lainnya yang sudah lama dan sudah rusak kemudian dipertanyakan kembali oleh BPK RI, akan tetapi benda dan surat pendukung benda tersebut sudah tidak ada lagi. 

Untuk itu Bupati meminta agar atas kasus- kasus  seperti itu tidak lantas menjadikan kepala daerah atau Pemda dalam membuat laporan ditolak atau disclaimer. "rakor hari ini sebenarnya memberikan arahan dan keyakinan kepada seluruh kepala daerah agar dapat memetakan bahwa ini adalah aset dari pusat dan diserahkan kepada daerah cuma suratnya belum datang," terang Bupati.

Pada tingkatan di daerahnya, Bupati juga mencontohkan, bahwa anggaran yang diperuntukkan bagi tiap desa senilai Rp 1 miliar. Secara tanggung jawab, pengguna anggaran tersebut adalah desa dan bukan Pemda, Sebab dana tersebut sudah langsung dihibahkan ke desa. Oleh karena itu Bupati berharap agar  laporan pemda tidak dicampur adukkan dengan laporan dana desa tersebut.

"Sebagaimana diketahui, bahwa tidak semua desa penerima hibah tersebut dapat mengelola keuangan dengan baik. Jangan karena dana desa tersebut laporan kita kena disclaimer. Untuk itu, biarkan audit dana desa itu menjadi wewenang BPK langsung dengan desa. Kalau kita (pemda) turut campur justru akan salah."
“tadi juga disebutkan ada batasan, tiga bulan setelah tutup buku wajib menyerahkan laporan keuangan, itu paling lambat. Kalau kita menunggu laporan dari desa, bisa sampai enam bulan baru selesai. Sekarang kita lanjutkan saja, biarlah mereka belakangan kalau semisalkan ada desa yang bermasalah, biar mereka yang bertanggung jawab dan bukan pemda yang bertanggung jawab," tutup Bupati.



Bupati Simalungun Dr JR. Saragih, SH, MM. Menjenguk korban Kecelakaan Lalu Lintas yang terjadi pada tanggal (23/11/2016) yang lalu di Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Serdang Bedagai yang merenggut nyawa Joseph Tamba mantan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Simalungun. Dalam kecelakaan lalu lintas tersebut, keluarga almarhum Joseph Tamba yakni istrinya Kosbenita dan anaknya yang masih berusia tujuh tahun Jubel Tamba Saragih mengalami luka parah. Hingga saat ini Selasa (6/12/2016) masih dirawat di Columbia Asia International Hospital, Medan.

Melihat kenyataan ini, Bupati Simalungun mengaku prihatin dan simpati kepada keluarga korban,  Khususnya pada Jubel Tamba Saragih yang masih muda dan perjalanannya masih panjang, baik sekolah maupun kehidupannya. Untuk itu Bupati datang menjenguk guna meringankan beban moril maupun materil kepada keluarga korban.

Bupati menyampaikan bahwa almarhum Joseph Tamba adalah sosok yang telah mengabdikan dirinya sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) selama 45 tahun untuk Simalungun. Atas dasar tersebut Bupati Simalungun memberikan memberikan rasa hormat dan simpati untuk kemudian menjenguk keluarga korban yang sedang berduka sebagai Kepala Daerah.

"Siapa pun pasti tidak mau tertimpa musibah kecelakaan. Apalagi kecelakaan tersebut di dalam transportasi umum di saat akan berangkat menghadiri putranya wisuda di Jakarta. Untuk itulah saya datang kemari melihat kondisi Jubel Tamba yang masih memperihatinkan. Dimana kondisinya belum seratus persen pulih," ujar Bupati.

Didampingi Sekertaris Daerah Kabupaten Simalungun, Gidion Purba dan keluarga korban, Bupati Simalungun secara pribadi memberikan dana bantuan untuk meringankan beban keluarga korban. Atas nama Pemerintah Kabupaten Simalungun, Bupati juga menambahkan akan membantu dalam menanggung biaya perawatan korban selama berada di rumah sakit.

Upaya ini di lakukan oleh Bupati, agar dokter yang ada di rumah sakit memberikan pelayanan yang terbaik bagi warganya. "Biaya perawatan kan cukup besar dan nggak mungkin juga ditanggung penuh oleh keluarga korban. Apalagi ibu korban dan Jubel Tamba masih dalam keadaan trauma dan shock," tambah Bupati.

Bupati juga menyampaikan bahwa dirinya akan membawa Jubel Tamba Saragih ke psikolog untuk mengurangi bahkan menyembuhkan traumanya. "Saya sebagai 'opung' Jubel siap memberikan yang terbaik baginya, agar masa kanak-kanaknya kembali ceria," ujar Bupati.


Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dan DPRD Simalungun telah menandatangani nota kesepakatan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran (TA) 2017, di gedung DPRD Simalungun, Senin 05/11/2017.
Penandatanganan Nota Kesepakatan tersebut dilakukan langsung oleh Bupati Simalungun Dr JR Saragih SH MM dan Ketua DPRD Drs Johalim Purba bersama wakil-wakil ketua dalam rapat badan anggaran DPRD Simalungun. Acara tersebut dihadiri oleh badan anggaran DPRD Simalungun (Legislatif) dan tim anggaran Pemkab Simalungun (eksekutif).
Ketua DPRD Simalungun dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada badan anggaran DPRD Simalungun yang telah bekerja keras dalam pembahasan KUA PPAS dalam rangka APBD TA 2017. Oleh karena itu kepada dan tim anggaran eksekutif diharapkan untuk mempedomani KUA PPAS tersebut dalam penyusunan Rancangan APBD mendatang.
Selanjutnya Johalim mengajak kepada para anggota DPRD untuk melakukan pembahasan terhadap rancangan APBD tahun 2017. Jalinan komunikasi serta harmonisasi bersama eksekutif yang selama ini berjalan dengan baik agar dapat terus ditingkatkan.
Sementara Bupati Simalungun Dr JR Saragih SH MM juga menyampaikan apresiasi kepada badan anggaran DPRD Simalungun dan tim anggaran Pemkab Simalungun yang telah bekerja keras dan meluangkan waktunya membahas KUA PPAS dalam rangka penyusunan APBD tahun 2017.
“Kami atas Pemerintah Kabupaten Simalungun mengucapkan terima kasih kepada DPRD Simalungun khususnya Badan Anggaran yang telah bekerja keras, bahkan hari liburpun saya lihat tetap bekerja. Untuk itu kami menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya, dan semua ini dilakukan demi percepatan pembangunan untuk kepentingan masyarakat,”kata Bupati.
Dalam kesempatan itu, Bupati berharapkan dengan selesainya KUA PPAS tersebut pembahasan Rancangan APBD tahun 2017 dapat segera dilaksanakan demi kepentingan masyarakat.
                Usia penandatangan  nota kesepakatan, dilanjutkan dengan rapat paripurna DPRD Simalungun dengan agenda pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tantang APBD tahun 2017 yang diawali dengan penyampaian nota pengantar keuangan Rancangan APBD tahun 2017 oleh Bupati Simalungun Dr JR Saragih SH MM. 
Namun sebelumnya disampaikan laporan pelaksanaan reses masa persidangan kedua dan ketiga oleh anggota DPRD melalui perwakilan masing-masing daerah pemilihan (Dapil). Rapat paripurna tersebut dibuka dan dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Simalungun Drs Johalim Purba didampingi oleh wakil-wakil ketua yakni Timbul Jaya Sibarani SE, Fao Saut P Sinaga dan Ir Rospita Situorus.
Hadir dalam rapat paripurn tersebut, Bupati Simalungun, para anggota DPRD, Sekda, Staf Ahli Bupati, para asisten dan pimpinan SKPD dijajaran Pemkab Simalungun.
Bupati Simalungun Hadiri HUT GBKP Runggun Ke - 66
Bupati : Gereja Harus Bergandeng Tangan dengan Pemerintah
Bupati Simalungun, Dr JR. Saragih, SH, MM. Hadiri perayaan HUT Gereja Batak Karo Protestan (GBKP) Runggun Jalan Nias, Pematangsiantar yang ke-66, Minggu (4/12/2016). Dalam kehadirannya ini Bupati berpesan bahwa Gereja akan bisa besar jika saling bergandengan tangan dengan Pemerintah.

Selain hal tersebut Bupati juga menyampaikan bahwa Gereja pun harus mampu membangun komunikasi dua arah dengan pemerintah. "Untuk itu, marilah bersama pemerintah Gereja memberikan pelayanan kepada masyarakat. Itu sebabnya, Saya sebagai perwakilan dari pemerintah datang kesini, karena saya ingin melayani masyarakat," ujar Bupati.

dalam kesempatan ini, Bupati juga berpesan kepada persadan man anak gerejanta (permata) untuk menunjukan jati dirinya, dan jangan pernah meninggalkan adat budaya serta bahasa asal daerahnya. 

"Jika kalian tidak menunjukan jatidiri kalian, maka sama saja dengan mati roh-nya. Begitu pun dengan bahasa daerah kalian berasal, Harus terus dilestarikan. Jika di rumah gunakanlah bahasa daerah, karena berbahasa Indonesia sudah didapatkan di sekolah dan gereja. Itulah budaya kita, Jatidiri kita," pesan Bupati.

Agar Gereja dapat memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat, Bupati Simalungun mendonasikan dana pribadinya sebesar Rp 20 juta. Donasi sebesar Rp 15 juta sebagai dana perayaan, dan Rp 5 juta untuk generasi muda (permata) dan paduan suara. "Saya yakin, generasi muda dari Gereja ini akan mampu menjadi garam dan terang di tengah-tengah masyarakat," ujarnya.

Lukas Barus Kepala Tata Ruang dan Permukiman (Tarukim) Kota Pematangsiantar yang mewakili PJ Walikota Pematangsiantar mengatakan, jika pihaknya dari pemerintah kota (Pemkot) Pematangsiantar siap bekerjasama dalam hal pelayanan kerohanian atau keagamaan di tengah-tengah masyarakat.

"Atas nama Pemerintah Kota Pematangsiantar kami mengucapkan selamat hari jadi GBKP yang ke-66. Kami berharap GBKP mampu memberikan pelayanan agama di tengah-tengah masyarakat dan bekerjasama dalam pelayanan kerohanian. Kami dari Pemkot Pematangsiantar mendonasikan Rp. 10 juta untuk perayaan, dan Rp 1 juta dari dana pribadi," terang Lukas Barus.

Sowe Permata Ginting, Ketua Panitia HUT GBKP mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi atas kehadiran Bupati Simalungun. Sebagai kepala daerah Simalungun dan meski bukan dalam daerahnya akan tetapi mau berkenan hadir dalam perayaan Gereja GBKP di Pematangsiantar.




Bermula dari keprihatinan akan susahnya alat angkutan barang hasil pertanian dari ladang menuju ke rumahnya, memicu kreatifitas seorang anak muda dari Kecamatan Purba menciptakan sebuah mobil yang bermesin sepeda motor. Walau Secara bentuk, mobil ini belumlah sempurna seperti mobil dari Asemka, namun  ide kreatif untuk membuat mobil mini patut di apresiasi.

Adalah Kartolo Purba, seorang pemuda dari Nagori Huta Raja Kecamatan Purba yang berhasil merakit sebuah mobil bermesin sepeda motor. Hasil kreasinya inipun dipamerkan pada hari ini Sabtu (3/12/2016) di event Pesta Hiburan Rakyat Parsaranan Na Bujur di Rest Area Kec. Purba dan mendapat sinyal positif dari Bupati Simalungun, Dr JR. Saragih. SH,MM.

Bupati Simalungun, memberikan apresiasi dan rasa salutnya atas kreativitas yang dimiliki Kartolo Purba. Memang masih banyak yang harus disempurnakan seperti sistem transmisi, bentuk, hingga posisi mesin dan lampu dari kendaraan tersebut.


Namun Bupati menyampaikan bahwa yang patut diapresiasi adalah kreativitasnya. Dari mesin sepeda motor bekas, mampu dimodifikasi menyerupai mobil. Untuk itu, Bupati pun berharap mobil kreasi dari pemuda  Simalungun ini mampu dimanfaatkan dan dimaksimalkan untuk kepentingan masyarakat.

Bupati juga menyampaikan bahwa para pemuda di Simalungun hendaknya mencontoh apa yang telah dilakukan oleh Kartolo Purba ini. Dengan semangat dan kreatifitas untuk berbuat dan berkarya yang terbaik akan menjauhkan para pemuda dari hal – hal negatif yang merugikan. 


Guna memperbaiki dan memodifikasi bentuk kendaraan tersebut agar lebih bagus dan fungsional, Bupati pada kesempatan itu memberikan bantuan dana pembinaan karya terbaik sebesar Rp 10 juta. "Donasi tersebut untuk meyempurnakan perbaikan ide kreatif si pencipta mobil ini. Saya akan pantau dan lihat lagi perkembangan modifikasi setelah ini," ujar Bupati.

Dijelaskan oleh Kartolo Purba, proses modifikasi mobil mini membutuhkan waktu sekitar dua bulan dan menghabiskan biaya Rp 3.3 juta. Mobil mini ini dulu (awal pembuatan) menggunakan mesin kendaraan cup tahun 1970. Setelah baknya keropos terinspirasilah membuat becak.

Setelah becak ciptaannya sudah tidak lagi mampu mengangkut beban, dibuatlah kendaraan empat roda seperti ini. "Sekarang, mobil mini ini menggunakan mesin dari motor Honda Kharisma 125 CC dengan transmisi manual yang digerakan oleh rantai. Kemudian untuk rodanya menggunakan ban Vespa," tutup Kartolo.