sponsor

Select Menu

Favourite

Berita

Budaya

Berita Utama

Popular

Kategori Berita

Comments

Advertisement

Berita Pilihan

Newsletter

Hi There, I am

SLIDE1

Bupati Simalungun

Pematang Raya

Pematang Siantar

Pendidikan

Politik

Kaos Simalungun

VIDEO

734 Rumah Tangga Sasaran 
Dapat Instalasi Listrik Gratis

SIMALUNGUN – Sebanyak 734 Rumah Tangga Sasaran (RTS) di Simalungun akan mendapatkan bantuan penyambungan atau instalasi listrik gratis dari Satuan Kerja Listrik Pedesaan dengan sumber dana dari APBN.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Simalungun Ir Raja Sianipar, Minggu (7/9). Menurutnya, bantuan instalasi listrik gratis itu tersebar di 10 dari 31 kecamatan di Simalungun.

“Bantuan listrik gratis ini dikhususkan untuk warga yang tidak mampu. Dengan persyaratan, daya yang dipasang hanya 450 VA. Selain itu, jarak dari tiang-tiang Jaringan Tegangan Rendah (JTR) tidak boleh lebih dari 30 meter,” jelasnya.

Masih kata Raja, penerima bantuan listrik tersebut adalah di Kecamatan Tanah Jawa 52 RTS, Hutabayu Raja 20 RTS, Siantar 79 RTS, Panombeian Panei 27 RTS, Gunung Malela 92 RTS, Gunung Maligas 165 RTS, Pematang Sidamanik 76 RTS, Sidamanik 30 RTS,  Dolok Pardamean 71 RTS dan Silau Kahean 121 RTS.

“Program ini merupakan kerjasama Pemkab Simalungun dengan Kementerian ESDM serta PT PLN. Selain mendapat instalasi gratis, maka juga diberikan pembayaran murah atau hanya membayar abodemen,” jelasnya.

Legiman (76), salah seorang warga yang akan mendapat bantuan instalasi listrik gratis ditemui di rumahnya mengatakan, sekitar tiga bulan lalu sudah dilakukan pendataan dan survey ke rumah warga.

“Saya sangat senang dengan program ini dan berharap segera dilakukan penyambungan,” harapnya.

Lanjutnya, selama ini dirinya masih menggunakan lampu teplok (lampu berbahan bakar minyak tanah). Karena sudah sulitnya minyak tanah, sehingga beberapa tahun terakhir dari rumah tetangganya disambungkan arus hanya menyalakan dua bola lampu.

“Sebenarnya takut juga nanti dipasang tidak sanggup bayar. Memang tidak ada alat elektronik, hanya dua bola lampu saja. TV juga tidak punya,” jelasnya.
 Senada dsiampaikan Ati, yang merupakan istri Legiman. Dia mengatakan, di rumah berukuran sekitar 4 x 6 meter tersebut, hanya tinggal mereka berdua.

“Bersyukurlah kalau dipasang listrik gratis. Kalau tidak, kita tidak akan sanggup membayarnya,” jelas ibu enam anak yang kesehariannya bekerja sebagai tukang cuci gosok tersebut.

Sedangkan Gamot Huta VI, Nagori Marihat Baris, Kecamatan Siantar, Doli Faber Siahaan mengatakan, dirinya sudah melakukan pendataan masyarakat yang belum mendapat instalasi listrik dan warga kurang mampu.

“Di lingkungan ini ada 27 RTS yang menerima. Menurut informasinya, September 2014 akan direalisasikan penyambungan listrik tersebut. Selama ini, warga harus mengambil sambungan arus dari tetangganya,” jelasnya.

PLTP Sarulla akan Atasi Krisis Listrik
 Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho mengatakan, defisit listrik di Sumatera bisa ditekan dengan syarat pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) Sarulla selesai. Gatot mengatakannya di hadapan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Dia mengatakan bahwa pembangunan PLTP yang berkapasitas 3×110 MW itu menelan investasi Rp17,5 triliun. Pembebasan jalannya sudah 100 persen.
 “Ground breaking-nya September 2014,” kata dia dalam video teleconference di Jakarta Convention Center Senayan, Jakarta, Jumat (5/7).

Gatot mengatakan bahwa Sumatera masih mengalami defisit listrik.

“Jika PLTP Sarulla dipercepat pembangunannya, dipercepat juga pengurangan defisitnya,” kata dia.

Selain itu, Gatot juga menjelaskan beberapa proyek di hadapan SBY. Misalnya, pabrik oleochemical Unilever yang total investasinya Rp2 triliun dan proses konstruksinya 90 persen, beroperasi akhir tahun ini.

Selain itu, perkembangan jaringan transmisi listrik Jawa-Sumatera, yang investasinya senilai Rp23,56 triliun akan di-ground breaking akhir 2014, dan pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Siapi-api di Banyuasin yang investasi pengembangannya Rp12,3 triliun.

“Lalu, ada pembangunan jalur ganda kereta Bandara Kualanamu. Double track ini ditargetkan beroperasi 2018. Kondisi existing-nya 32,4 persen,” kata dia. (rah/ara/int)

sumber : http://www.metrosiantar.com/dapat-instalasi-listrik-gratis/
Penyaluran Raskin Diduga Menyimpang 
385 Pangulu Nagori Diadukan ke Kejari

SIMALUNGUN – Sebanyak 385 pangulu nagori (kepala desa, red) di Kabupaten Simalungun dilaporkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Simalungun. Mereka dituduh menyalahgunakan wewenang, menyalurkan raskin (beras miskin) kepada masyarakat di luar rumah tangga sasaran (RTS).

Pengaduan itu disampaikan Direktur Eksekutif Lembaga Advokasi Hukum Komite Independen Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (LAH Komid Tipikor) Rendy H Tampubolon, dengan nomor laporan 129/LP/II/K-TPK/09/2014, tertanggal Rabu (3/9).

Rendi, saat ditemui Kamis (4/9), mengatakan, pengaduan itu bermula dari pernyataan Kasi Pidsus Kejari Simalungun yang menyebutkan bahwa tindakan pangulu menyalurkan beras raskin di luar RTS sebagaimana dikeluarkan BPS, merupakan pelanggaran. “Dan, poin itulah yang dijadikan Kejari Simalungun untuk menjerat Sumarni, Pangulu Nagori Bah Tobu sebagai tersangka,” kata Rendy.

Dari pernyataan Kasi Pidsus itu, Komid Tipikor kemudian melakukan investigasi. Ternyata, selain tidak seluruhnya disalurkan kepada masyarakat yang terdaftar dalam RTS, ada juga pangulu yang membebankan uang administrasi kepada penerima raskin. “Bahkan, ada juga oknum pangulu yang menjual raskin tersebut,” papar Rendy tanpa menyebut secara rinci pangulu nagori mana yang dimaksudkan melakukan pungli raskin tersebut.

Rendy mengatakan, setiap RTS berhak mendapatkan raskin sebanyak 15 kilogram (kg) per bulan, dengan harga tebusan sebesar Rp1.600 per kilogram. “Itu harga yang ditetapkan pemerintah,” sebutnya.

Akan tetapi, yang terjadi di nagori, harga yang ditebus masyarakat justru bervariasi, mulai dari Rp2.000 hingga Rp3.700 per kg. Dan, jatah masing-masing masyarakat penerima raskin tidak sepenuhnya 15 kilogram per bulan.

Dari hasil investigasi Komid Tipikor, mengenai penyaluran raskin tidak sesuai RTS, hal itu merupakan kebijaksanaan pangulu nagori, karena masyarakat yang terdaftar di RTS sebagaimana yang dikeluarkan BPS tidak up to date.

Karena, data RTS dengan fakta di lapangan sudah terjadi perbedaan, sebab sudah ada masyarakat yang sebelumnya masuk daftar RTS tapi hidupnya secara ekonomi sudah membaik dan tidak layak mendapat raskin, sehingga pangulu melakukan kebijaksanaan.

“Tapi kebijaksaan itu, dalam hal penyaluran dan pembagian raskin di luar RTS, sesuai Pedoman Umum (Pedum) tentang raskin menyalahi aturan dan bukan tidak mungkin terjadi tindak pidana korupsi di dalamnya,” ujar Rendy kecewa.

Mengenai dugaan penyimpangan penyaluran raskin tersebut, Rendy mengatakan, sudah memiliki data lengkap dari tahun 2010 hingga tahun 2014. “Kami siap menghadirkan bukti dan saksi terkait permasalahan ini,” kata Rendy mengakhiri.

Sekadar diketahui, jumlah nagori di Simalungun ada sebanyak 386 nagori. Dalam persoalan ini, LAH Komid Tipikor hanya mengadukan 385 pangulu nagori, karena satu nagori yakni Nagori Bah Tobu terjerat kasus hukum di Kejari Simalungun, karena dituduh menyalurkan raskin di luar RTS.

Suyetno, Pangulu Nagori Sahkuda Bayu, ketika diminta komentarnya menjelaskan bahwa data yang dikeluarkan Badan Pusat Statistik (BPS) sudah tidak sesuai dengan kondisi di lapangan.

Perekonomian masyarakat sudah banyak yang berubah, tapi data RTS masih memakai data lama, data yang dikeluarkan oleh BPS. “Bagaimana kita mau melakukan pembagian raskin kepada RTS, sementara RTS yang dimaksud sudah ada perubahan ekonomi dan data yang dikeluarkan Badan Pusat Statistik adalah data lama,” kritiknya.

Suyetno menjelaskan, pihaknya sudah pernah mengajukan revisi data RTS, namun BPS tetap saja memberikan data lama.

Dengan demikian, dilakukan kebijakan di tingkat nagori, lewat musyawarah dengan partuha maujana, agar raskin disalurkan kepada masyarakat yang benar-benar tidak mampu. “Bukti berita acara juga kita buat dan mereka setuju bila raskin dibagikan kepada warga lainnya yang juga kurang mampu dan tidak terdaftar di luar RTS,” terangnya.

Masih kata Suyetno, bila seluruh pangulu di Simalungun disalahkan karena membagikan beras raskin di luar RTS, maka besar kemungkinan masyarakat dan para pangulu akan bertindak melakukan perlawanan.

“Kalau hal tersebut dianggap salah, bisa saja kami para pangulu mogok kerja atau masyarakat melakukan demo,” tandasnya. Kasi Pidsus Kejari Simalungun Edmon N Purba ketika dikonfirmasi mengatakan, belum ada menerima laporan LAH Komid Tipikor. “Saya belum tahu laporan itu,” ucapnya.

Menanggapi penyaluran raskin di luar RTS, Edmon menjelaskan, pelanggaran terjadi bila pembagian raskin di luar RTS tanpa diketahui camat selaku pimpinan pangulu. “Makanya, musyawarah tersebut harus dilaporkan ke camat agar tidak ada perubahan data. Atau membagikan raskin secara gratis juga salah,” ucapnya singkat, seraya keluar dari Kantor Kejari Simalungun.

Terpisah, Bupati Simalungun JR Saragih, saat ditemui METRO di Nagori Dolok Malela, Kecamatan Gunung Malela, mengatakan, bila benar terjadi penyimpangan raskin sebaiknya diserahkan ke penegak hukum. “Serahkan saja ke proses hukum, nanti pasti ada hasilnya. Bila terbukti bersalah, kita juga tidak boleh melindungi orang-orang yang bersalah,” ucapnya singkat.

Warga Minta Pembagian Raskin Tepat Sasaran
 Sejumlah warga di Talun Kondot, Kecamatan Panombeian Panei, masih mengeluhkan pembagian beras subsidi pemerintah dinilai tidak tepat sasaran. “Sebelumnya, saya mendapat raskin. Tapi belakangan ini tidak dapat lagi tanpa ada alasan jelas,” keluh salah seorang warga bermarga Purba.
 Menurut Purba, ia tidak mendapat raskin lagi tepat setelah pemilihan legislatif (pileg) beberapa waktu lalu. “Ada beberapa warga yang dulunya mendapat raskin tapi belakangan tidak dapat. Yang menjadi masalah, hal ini tidak mendapat penjelasan mengapa terjadi perubahan,” kritik Purba.  Namun, Gamot Talun Kondot II Bambang ketika dikonfirmasi METRO, membantah tudingan penyaluran raskin tidak tepat sasaran.

“Raskin sudah didistribusikan dan tidak ada masalah. Tidak benar jika ada indikasi keterkaitan pileg dengan pembagian raskin. Itu tidak benar. Pembagian raskin belakangan yang dilakukan melalui nagori berjalan baik dan tidak ada yang menyatakan keberatan,” jelasnya.

Camat Panombeian Panei Nelly Sipayung mengatakan, akan berkoordinasi dengan aparat nagori, mengenai adanya indikasi penyimpangan penyaluran raskin. “Sejauh ini memang belum ada kita terima laporan atau keluhan dari masyarakat terkait penyalahgunaan atau pendistribusian raskin. Hal ini akan segera kita tindaklanjuti,” ujarnya mengakhiri. (lud/rah/dro)

sumber : http://www.metrosiantar.com/385-pangulu-nagori-diadukan-ke-kejari/
SIMALUNGUN - Pemerintah Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, mendaftarkan penggali kubur (bilal mayit) menjadi peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).
"Penandatanganan MoU (nota kesepahaman) sudah dilakukan Bupati Simalungun dengan Kepala Cabang BPJS Pematangsiantar akhir pekan kemarin," kata Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Kabupaten Simalungun Mixnon Andreas Simamora, Senin (30/6/2014).
Dia mengatakan, pemberian jaminan kesehatan dan ketenagakerjaan melalui BPJS merupakan bentuk kepedulian kepada penggali kubur yang dinilai memiliki jasa yang besar bagi pemda.
Bukan penggali kubur saja, Pemkab Simalungun menargetkan pada 2017 seluruh masyarakat tidak mampu, pekerja sosial dan pengurus rumah ibadah akan didaftarkan sebagai peserta BPJS.
Pemkab Simalungun mencatat, masyarakat yang terdaftar menjadi peserta BPJS yang terdiri dari masyarakat kurang mampu, aparat pemerintahan desa, tenaga pendukung di lingkungan SKPD dan petugas kesehatan non PNS, di daerah itu saat ini masih sekitar 35,81%.
"Namun tahun ini dengan dimasukannya penggali kubur serta petugas rumah ibadah menjadi peserta BPJS kita harapkan mencapai 50%," katanya.
Kepala Cabang BPJS Pematangsiantar Rasinta Ria Ginting menyampaikan apresiasi atas kepedulian Bupati Simalungun Jopinus Ramli Saragih memberikan pelayanan kesehatan dan perlindungan ketenagakerjaan bagi masyarakatnya.
"Saya mengapresiasi atas kepedulian dan kepercayaan yang diberikan Bupati Simalungun untuk memberikan jaminan kesehatan dan ketenagkerjaan bagi masyarakatnya melalui BPJS," katanya.

Sumber : Antara
Pematangsiantar, Pangulu (kepala desa) merupakan ujung tombak sekaligus perpanjangan tangan pemerintah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Peran sentral pangulu ini dirasakan penuh oleh Bupati Simalungun. 
Apalagi ketika masih banyak daerah yang kurang memperhatikan peran pangulu ini, justru Bupati Simalungun, DR JR Saragih  memberikan perhatian maksimal kepada para pangulu di Kabupaten Simalungun.
Jika pada 2012,  Pemkab Simalungun menaikkan gaji pangulu dari Rp 1 juta per bulan menjadi Rp 1,5 juta dan pada anggaran 2015, Pemkab Simalungun merencanakan menaikkan kembali dari Rp 1,5 juta per bulan menjadi Rp 2,5 juta per bulan untuk 386 pangulu se-Kabupaten Simalungun. 
Tidak hanya para pangulu, Pemkab Simalungun juga akan menaikkan gaji para sekretaris desa (non PNS) per bulan sebesar Rp 1.750.000 per bulan, untuk kaur per bulan menjadi Rp 1.250.000 dan gamot per bulan menjadi Rp 1.000.000 serta untuk maujana per bulannya menjadi Rp 300.000. 
Disamping para pengulu dan perangkatnya, Pemkab juga akan memberikan penambahan penghasilan kepada para lurah di jajaran Kabupaten Simalungun. 
Untuk  2015 ini, penambahan penghasilan kepada para lurah sebesar Rp 3 juta per bulan.
“Naiknya gaji para pangulu dan perangkatnya serta penambahan penghasilan kepada para lurah ini bertujuan untuk meningkat gairah dan semangat kerja dalam melaksanaan program pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan dalam memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat, terutama di nagori (desa) maupun kelurahan,”kata bupati memimpin rapat koordinasi bersama pimpinan SKPD di rumah dinas bupati, Senin (25/8). 
Bupati mengharapkan para pangulu  serta perangkatnya untuk lebih memberikan pelayanan kepada masyarakat dan lebih sering turun ke tengah-tengah masyarakat. mereka inilah ujung tombak dalam memberikan pelayanan di masyarakat dan sebagai motor penggerak suksesnya program pemerintahan di desa. 
Pada 2015, Pemkab Simalungun juga mengusulkan untuk menaikkan tambahan penghasilan sesuai dengan beban kerja (insentif) kepada pata staf dijajaran Pemkab Simalungun sebesar Rp 1 juta per bulan. 
“Dengan ada insentif ini diharapkan kenyaman berkerja para aparatur penyelenggara pemerintahan di Kabupaten Simalungun dapat tercipta. 
Mari untuk terus bersemangat dalam bekerja,”ujar bupati.
Menyinggung tenaga honor yang bekerja di Pemkab Simalungun, bupati didampingi Sekda Drs Gidion Purba, mengimbau kepada pimpinan SKPD di masing-masing unit kerja untuk mendata kembali dan disampaikan kepada Badan Kepegawaian Daerah (BKD), untuk memudahkan pembuatan SK-nya sekaligus penggajiannya.
“Tanaga honor ini, saya mau didata semua di setiap SKPD, dan disampaikan ke BKD sehingga memudahkan untuk penggajiannya. Saya menginginkan gaji honor ini minimal sama dengan Upah Minimun Regional (UMR),” tandas bupati.
Dalam rapat tersebut turut dibicarakan tentang disiplin, insprastruktur jalan, pembinaan mental spiritual pegawai, perubahan struktur oganisasi Kabupaten Simalungun dan pembentukan SKPD baru. (ama)

sumber : http://analisadaily.com/search/news/read/pemkab-simalungun-naikkan-gaji-pangulu-dan-perangkatnya/58597/2014/08/28?search_from_date=&search_to_date=&adv_search_keyword=simalungun&adv_search_category=berita&_token=hFgxF6E4ehMtroNmTWx2CnDRw0aKuCz8kAV23frO&mode_query=1
Diarak Keliling Kota, Ivory GKPS Pamer 5 Piala dan 6 Medali dari Bali
Ivory Ditunggu di Inggris, Manila dan Singapura


SIANTAR – Prestasi gemilang Inggou Victory Children Voice (Ivory) GKPS selama perhelatan di 3rd Bali International Choir Competition (24-30/8) lalu, dengan meraih gelar Grand Champion di Grand Prix Campionship juga mendapat penghargaan fantastis.

Selain membawa pulang 5 trofi juara termasuk 1 trofi Grand Champion dan 5 medali emas serta 2 medali terbaik kedua, Ivory mendapat kehormatan diutus ke Festival Paduan Suara Internasional di Inggris, Singapura serta Filipina.

Kepulangan Inggou Victory Children Voice (Ivory) GKPS dari Bali, Minggu (31/8) kemarin, usai mengikuti kompetisi paduan suara internasional di Bali disambut antusias masyarakat Kota Siantar. Mereka diarak keliling kota dengan mengendarai mobil dan bus dengan pengawalan patroli kawal begitu tiba di Siantar dari Bandara Kuala Namu, Medan.

Dalam arak-arakan tersebut, anak-anak Ivory memamerkan 5 trofi dan juga 6 medali emas yang diperoleh selama kompetisi di Bali.

Arak-arakan tersebut kemudian berakhir di Pusat Pengembangan Liturgi dan Musik Gereja (PPLMG) Jalan Jenderal Sudirman Pematang Siantar. Seluruh awak Ivory dan Kelompok Kerja (Pokja) disambut perwakilan Kantor Pusat GKPS Pdt S Sitopu, Sekda Kota Siantar Donvert Panggabean dan  para orangtua dari keluarga besar Ivory. Semua Tim Ivory kemudian diberi bunga tanda kasih dan juga Dayok Na Binatur (ayam panggang, red) khas Simalungun.

Dalam acara penyambutan singkat yang digelar di pelataran PPLMG, Ketua Pokja St Juniamer Purba menyebutkan, selama mengikuti kompetisi di Bali, Ivory berhasil mencatatkan nama sebagai tim terbaik dari kota kecil seperti Siantar Simalungun. Pada kompetisi tersebut, untuk pertama kalinya gelar The Champion jatuh ke Indonesia Barat karena biasanya selalu direbut tim-tim dari Indonesia timur.

“Kompetisi ini juga melibatkan semua juri dari luar negeri seperti Amerika, Italia, Korea, Makedonia, Malaysia dan lainnya. Penilaiannya sangat transparan dan sangat tak mungkin melakukan KKN (korupsi, kolusi dan nepotisme, red). Menurut kami, keberhasilan Ivory meraih gelar juara umum adalah semata karena kasih sayang Tuhan,’’ katanya.
 Betapa tidak, babak Grand Prix Championship yang digelar di Gereja Betel  Indonesia  (GBI), Ivory berkompetisi dengan tim-tim hebat dari kategori Children (Anak-anak), Teeneger (Remaja), Musica Sacra, Show Choir, Gospel dan Youth Mix. Semua penampil di babak ini, lanjutnya tampil sangat bagus tak hanya suara tapi juga banyak alat musik.
 Lebih lanjut pelatih Ivory Roynaldo Saragih (29) mengatakan, kemenangan Ivory semata karena kasih sayang Tuhan. Selama mengikuti festival, seluruh kegiatan mereka memang dibalut doa baik saat masuk ke panggung atau keluar dari panggung. Terlebih saat mengikuti babak Grand Prix Championship, dia mengatakan saat memimpin Ivory menyanyikan lagu kedua O Magnum Mysteria di Kategori Musica Sacra. Tiba-tiba di pertengahan lagu, katanya tangan kiri saya menggeletar dan tak sanggup lagi digerakkan. Hal itu, katanya,  terlihat jelas di layar lebar  dan diyakininya saat itu Tuhan mengambil alih hingga lagu usai. ‘’Istimewanya anak-anak Ivory, sejak di babak awal selalu mendapat nilai sangat baik yaitu 8-10. Sekitar 80 persen juri mengaku sangat terkesan dengan penampilan Ivory. Saya percaya, bila juri mengatakan demikian maka kesan tersebut akan terbawa hingga akhir. Kami sangat bersyukur untuk itu,’’ katanya.
 Begitu diumumkan menjadi juara di Grand Prix Championship, lanjutnya, secara otomatis Ivory jadi utusan untuk mengikuti Festival Paduan Suara Internasional di London pada 2016 mendatang. Dikatakannya, even di London Inggris tersebut akan digelar di salah satu tempat bergengsi  karena sering digunakan pangeran dan Ratu Elizabeth. Selain itu, beberapa juri  internasional di Festival Bali, termasuk dari Singapura dan juga Filippina merekomendasikan Ivory untuk berkompetisi di Festival Paduan Suara Internasional di Singapura dan Manila, Juli 2015 mendatang.
 Hal ini mendapat apresiasi tinggi dari pihak Kantor Pusat GKPS, Pdt S Sitopu yang menyambut kemenangan Ivory dengan sukacita besar dan berharap agar prestasi ini tetap berkembang semakin baik ke depan.  Hal serupa juga diungkap, Sekda Kota Siantar Donvert Panggabean. Dia menyebutkan, Ivory melalui lagu-lagunya telah ikut serta memberitakan kemuliaan Tuhan.
 Dia juga berharap agar anak-anak Ivory menjadi inspirasi bagi anak seusianya untuk mencetak prestasi dan kebaikan. Sekarang ini, katanya, banyak anak-anak muda terjebak dalam narkoba bahkan yang di pelosok kampung sekalipun. Tak hanya narkoba, juga banyak yang terjangkit HIV Aids karena salah pergaulan. Karena itu, lanjutnya, Ivory harus bisa menjadi contoh baik bagi generasi muda.  Semoga! (catatan jelita damanik untuk METRO SIANTAR)

sumber : http://www.metrosiantar.com/ivory-ditunggu-di-inggris-manila-dan-singapura/
RAYA – Tahun ini, DPD Golkar Simalungun tidak seberuntung periode 2009-2014. Partai berlambang pohon beringin tersebut tak lagi mendapat kursi Ketua DPRD Simalungun, melainkan harus puas di posisi wakil ketua. Meski demikian selalu ada pertarungan di internal partai.

Menurut data dihimpun METRO, Dewan Pimpinan Daerah (DPD)  Partai Golongan Karya (Golkar) Simalungun telah mengusulkan tiga nama calon ke DPD Partai Golkar Propinsi Sumut, untuk ditetapkan menjadi salah satu pimpinan DPRD Simalungun periode 20l4-20l9. Mereka adalah Binton Tindaon SPd, Timbul Jaya Sibarani SH dan Ir Makmur Damanik.

Penentuan tiga nama tersebut diputuskan lewat musyawarah mufakat pada rapat pleno pengurus yang digelar di Kantor DPD Golkar Simalungun, Jalan Sangnaualuh Damanik, Kecamatan Siantar, Simalungun, Minggu (31/8).

Rapat pleno dipimpin Ketua DPD Partai Golkar Simalungun Janter Sirait SE dan dihadiri Sekretaris DPD Partai Golkar Sumut HA Yasyir Ridho Lubis dan Wakil Ketua Timbul Jaya Sibarani.

Sebelumnya, HA Yasyir Ridho Lubis menjelaskan, sesuai pedoman pemilihan Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kabupaten/kota dan berdasarkan keputusan rapat pimpinan nasional (rapimnas) V Partai Golkar pusat di Jakarta, maka penetapan calon pimpinan DPRD kabupaten/kota sekurang-kurangnya 3 orang ditetapkan secara musyawarah dan mufakat.

Hasil mufakat tersebut diserahkan kepada DPP Partai Golkar Pusat melalui DPD Propinsi untuk diputuskan dan ditetapkan salah seorang untuk menjadi pimpinan DPRD kabupaten.

Melalui mekanisme ini, Janter Sirait mengajukan kepada rapat pleno memilih tiga orang dari unsur pengurus DPD Partai Golkar Kabupaten yang duduk di lembaga legislatif untuk diajukan ke DPD propinsi. Dalam kesempatan itu tiga nama ditetapkan pengurus Fraksi Partai Golkar DPRD Simalungun, yakni Ketua Pantas Sitanggang, Wakil Ketua Makmur Damanik, Sekretaris Sugiarto dan Wakil Sekretaris Lindung Samosir.

Rapat pleno Partai Golkar Simalungun ini dihadiri 39 orang peserta dari 48 orang unsur pengurus.
 Sementara, Pengurus DPC Partai Gerindra Simalungun Jhon MT Saragih yang juga caleg terpilih yang diwawancarai METRO mengaku bahwa pihaknya belum mengajukan 3 nama ke DPP, mengenai siapa yang bakal menduduki posisi unsur pimpinan DPRD Simalungun. (nik/dro)

sumber : http://www.metrosiantar.com/binton-jaya-dan-makmur-bersaing/