sponsor

Select Menu

Favourite

Berita

Budaya

Berita Utama

Popular

Kategori Berita

Comments

Advertisement

Berita Pilihan

Newsletter

Hi There, I am

SLIDE1

Bupati Simalungun

Pematang Raya

Pematang Siantar

Pendidikan

Politik

Kaos Simalungun

VIDEO

Keseriusan Bupati Simalungun Dr JR Saragih dalam upaya mendukung Ulos/ Hiou mendapatkan pengakuan dunia untuk ditetapkan sebagai salah satu warisan budaya dunia kepada UNESCO terus berlanjut. Setelah sebelumnya Bupati memberikan perhatiannya lewat dukungan acara perayaan Hari Ulos/ Hiou Tahun 2017 yang dilaksanakan di Pantai Bebas Parapat, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon pada Sabtu, 14/10/2017 yang lalu dan mempersiapkan lahan seluas 10 hektar di lokasi rest area kecamatan Purba untuk penanaman bahan baku pembuatan ulos. Kali ini, Bupati memberikan bantuan kepada salah seorang partonun (penenun) Hiou Simalungun yang memiliki permasalahan dalam pendengaran.


Hotmalina Br. Simarmata (83 tahun), salah satu penenun yang ditemui oleh Bupati pada saat menyambangi stand pameran partonun pada acara Hari Ulos/ Hiou Tahun 2017 yang lalu menyita perhatian Bupati, pasalnya Hotmalina merupakan penenun yang  telah berusia lanjut tetapi masih aktif menenun Hiou Simalungun. Bupati pun mencoba untuk berkomunikasi, tetapi terhalang akibat gangguan pendengaran yang dialami oleh Hotmalina. Melihat hal tersebut Bupati langsung memerintahkan Kepala Dinas Kesehatan, Jan Maurisdo untuk melakukan pemeriksaan dan memberikan bantuan berupa alat pendengaran.

Hal yang sama ditunjukkan Bupati kepada cucu perempuan Hotmalina yang pada saat itu ikut dengannya, cucu hotmalina yang baru saja tamat dari SLTA tersebut juga ikut memamerkan kebolehannya dalam menenun Hiou Simalungun yang dia pelajari dari neneknya. Bupati langsung menawarkan beasiswa pendidikan di Universitas Efarina yang langsung disambut gembira oleh cucu dari Hotmalina tersebut.

Setelah dilakukan pemeriksaan, bertempat di kantor Camat Purba, tim dari Dinas Kesehatan Simalungun disaksikan Camat Purba memberikan bantuan alat pendengaran kepada Hotmalina br. Simarmata yang didampingi cucunya. Diharapkan dengan pemberian alat bantu pendengaran ini akan mendukung Hotmalina dalam usaha menenun Hiou Simalungun dan menciptakan generasi penenun- penenun Hiou yang baru di Kabupaten Simalungun.

Bupati mengatakan bahwa dalam upaya mendukung pelestarian dan pengembangan Ulos/ Hiou, tidak hanya memperhatikan pengenalan dan penyebaran Ulos tersebut, tetapi juga bahan baku dan kesejahteraan para pelaku usaha Ulos dan penenunnya, “para penenun ini harus sehat dan sejahtera hidupnya agar Ulos/ Hiou ini dapat lestari dan dikenalkan kepada anak cucu kita,” ujar Bupati.  

Pemkab Simalungun juga akan memfasilitasi para penenun untuk menempati tempat yang dikembangkan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Simalungun di lokasi rest area Kecamatan Purba, sekaligus sebagai galeri mereka berkreasi dan memamerkan hasil kerajinan tenun Ulos/ Hiou.      

Seperti diketahui kain ulos sudah ditetapkan sebagai warisan kebudayaan tak benda sejak tanggal 17 Oktober 2014 dengan nomor register 0010000708. Penetapan ulos sebagai warisan budaya nasional menjadi momentum dalam melestarikan kain ulos sebagai langkah maju untuk bisa masuk ke dalam tahap berikutnya yakni mendapatkan pengakuan dunia sebagai warisan budaya dunia melalui UNESCO.


Pemkab Simalungun Melaksanakan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW Tahun 1438H/2016M
Bupati Dukung Pembangunan Islamic Centre di Kompleks Mesjid Agung Almunawwaroh Perdagangan



                Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simalungun melaksanakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tahun 1438 H/2016 M, yang dipusatkan di halaman mesjid Al-Munawwaroh Perdagangan Kecamatan Bandar, Jum’at 16/12/2016.
                Kegiatan keagamaan itu mengangkat tema “Meneladani kepemimpinan Rasulullah Muhammad SAW dalam mewujudkan Simalungun baru yang spektakuler”, ‘Semangat baru untuk kita semua’. Mengawali acara tersebut dilaksanakan pembacaan ayar suci Al-Qur’an oleh Rohima dengan saritilawah Tantri Musfira Dimar.
                Tokoh masyarakat Kabupaten Simalungun Syech muda Dr Ahmad Saban Rajaguguk dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Bupati Simalungun Dr JR Saragih SH MM yang telah memberikan perhatian terhadap kegiatan-kegiatan keagamaan di daerah ini terutama untuk kemajuan umat muslim. 
“Sejak dilantiknya Dr JR Saragih SH MM menjadi Bupati Simalungun, yang pertama kali dibantu adalah pembangunan mesjid di Hantonduhan sebesar Rp 500 juta. Ini membuktikan bahwa beliau sangat perduli dengan umat Islam dan sangat mendukung dengan kegiatan-kegiatan keagamaan di daerah ini, termasuk kegiatan kegiatan yang dilaksanakan pada hari ini,”ujarnya.
Syech Muda itu juga mengapresiasi perhatian Bupati Simalungun Dr JR Saragih SH MM dalam pembangunan keagamaan di Kabupaten Simalungun termasuk rumah-rumah ibadah seperti Mesjid Al Munawwaroh yang dapat selesai pembangunannya pada masa kepemimpinannya
                Selanjutnya, Ahmad Sabban berharap kepada Bupati Simalungun agar kiranya pada tahun 2017 mendatan pembangunan mesjid di Kabupaten Simalungun lebih digalakkan untuk kepentingan umat muslim di daerah ini. Disamping itu, Saban juga meninitipkan harapan kepada Bupati bahwa kedepannya, Simalungun agar memiliki Islamic Center sebagai pusat kajian dakwah dan ilmu tentang agama Islam, dan melaksanakan program maghrib mengaji. 
Dalam kesempatan itu, Syach Muda Ahmad Sabban Rajaguguk menyampaikan bahwasanya masyarakat Simalungun rindu akan sejarah baru, yaitu ada orang dari Simalungun menjadi Gubernur Sumatera Utara di tahun mendatang. "Kabupaten Simalungun merupakan Kabupaten terluas di Sumatera Utara, memiliki kekayaan alam yang melimpah, rakyatnya beragam etnis, suku, agama dan bahasa. Meski demikian, semua dapat hidup berdampingan dan menjaga kerukunan. Hal ini tidak terlepas dari keberhasilan Dr JR Saragih SH MM sebagai seorang pemimpinnya," ungkap Tuan Guru.
Menyikapi harapan tokoh masyarakat tersebut, Bupati Simalungun Dr JR Saragih SH MM dalam sambutannya, langsung menyambut aspirasi umat Muslim Simalungun yang berkeinginan untuk memiliki Islamic Center. Bahkan Bupati mendukung pembangunan Islamic Centre di Komplek Mesjid Agung Al-Munawwaroh Perdagangan, yang diharapkan bisa menjadi pusat pendidikan ,dan pengembangan kualitas umat Muslim di Kabupaten Simalungun.
Sebagai bentuk dukungan untuk pembangunan Islamic Center tersebut, Bupati Simalungun membantu pembangunannya pada tahun 2017 sebesar Rp 2 miliar yang anggarannya dialokasikan di APBD Tahun Anggaran 2017.
“Saya mendukung pembangunan Islamic Center di komplek Mesjid Agung Al Munawwaroh Perdagangan, dan untuk pembangunannya saya akan bantu Rp 2 miliar yang dananya dialokasikan di APBD 2017, sehingga tahun depan (2017) pembangunannya sudah bisa dimulai dan saya harapkan bisa rampung tahun 2018 nanti,” sebut Bupati yang didampingi Wakil Bupati Simalungun terpilih, IrAmran Sinaga MM.
Bupati berharap dengan adanya Islamic Center dapat dimanfaatkan sebagai sarana pendidikan dan pelatihan untuk peningkatan kualitas iman dan ketaqwaan umat Muslim di Kabupaten Simalungun. Selain itu ke depan nantinya seluruh calon jemaah haji Kabupaten Simalungun diinapkan di Islamic Center Mesjid Al Munawwaroh sebelum diberangkatkan ke Tanah Suci.
Pada kesempatan tersebut, Bupati juga berpesan untuk tetap menjaga kerukunan umat beragama. Sebab, Kabupaten Simalungun ini adalah miniaturnya Indonesia. "Meskipun kita berbeda agama, suku, serta bahasa, wajib menjaga kerukunan dan keutuhan dari kebhinekaan tersebut," pesan Bupati kepada para jamaah.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut dikahir dengan tausyah yang disampaikan oleh Alustadz KH Musa Kokon Saragih MA dari Medan. Tutut memberikan kata sambutan Ketua DPRD Simalungun diwakili Hendra Sukmana Sinaga SKom. Acara itu juga dihibur oleh group music Ikhwa  dari kecamatan Gunung Malela. 
                Tampak hadir dapal kesempatan itu, mewakili FKPD, Sekda, staf ahli bupati, para asisten, pimpinan SKPD, camat, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat dan ribuan umat muslim dari 31 Kecamatan se-Kabupaten Simalungun.
Pemkab Simalungun Selenggarakan Seleksi Jabatan


Pemkab Simalungun menggelar seleksi Jabatan secara terbuka, untuk mengisi kekosongan 12 Jabatan Pimpinan Tinggi  (JPT) yang ada di lingkungan Pemkab Simalungun. Kegiatan ini dilaksanakan di Simalungun City Hotel, Pada Jumat, (09/12/2016).



Sebanyak 40 peserta dari lingkungan Pemerintah Kabupaten Simalungun mengikuti proses seleksi untuk mengisi kekosongan 12 JPT ini. Dalam proses seleksi ini Pemkab Simalungun mendatangkan asesor dari Institut Pertanian Bogor (IPB). 



Jamesrin Saragih, Kepala Badan Kepegawaian Daerah yang mendampingi Gidion Purba sebagai Ketua Panitia Seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Kabupaten Simalungun menyampaikan bahwa tujuan diadakan seleksi jabatan ini adalah untuk mengisi jabatan yang kosong di posisi kepala dinas dan kepala badan yang ada di Pemkab Simalungun.



Lebih detail lagi Jamesrin menjelaskan ke 12 posisi tersebut itu adalah Sekretaris DPRD, Inspektur, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman dan Pengelolaan Sumber Daya Air, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Kepala Dinas Administrasi Kependudukan dan Pencatatan Sipil.



Posisi yang lainnya yaitu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Kepala Badan Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja, Sekretaris dan Pengurus Korpri.



Dengan adanya seleksi jabatan ini, Jamesrin berharap akan mendapatkan figur-figur yang terbaik untuk mengisi posisi jabatan pimpinan tinggi di lingkungan Pemkab Simalungun. Sehingga kedepannya akan mampu bekerja, mampu melaksanakan tugas dengan baik dan mampu mengikuti pola kepemimpinan Kepala Daerah. 



"Selain itu, seleksi ini pun diharapkan mampu juga untuk mendukung visi dan misi dalam percepatan membangun Simalungun untuk lebih cepat lagi," urai Jamesrin.



Sementara itu, Ronald Tambun salah satu peserta tes seleksi menyatakan telah menyiapkan seluruh kemampuannya sesuai dengan pengharapannya. Ia pun menegaskan, bahwa dirinya siap mengemban dan melaksanakan tugas-tugas yang akan diperintahkan oleh pimpinan.



"Saya selalu optimis untuk semua ini. Meski demikian, semua tergantung dari hasil penilaian dari tim asesor. Yang jelas, jika lolos seleksi saya siap melaksanakan perintah pimpinan dalam memberikan yang terbaik untuk percepatan pembangunan Simalungun," ujar Ronald.



Bupati Simalungun Dr JR. Saragih, melayat ke rumah duka meninggalnya Hulman Sitorus, SE yang merupakan pemenang Hasil pemilukada susulan Pematangsiantar pada 16 November 2016 yang lalu.
Walikota Pematangsiantar terpilih ini meninggal dunia di rumah sakit Vita Insani Pematangsiantar sekitar pukul 03.15 dan diduga akibat serangan jantung.
Mendengar kabar dukacita meninggalnya Hulman Sitorus tersebut, Bupati yang saat itu sedang melaksanakan kegiatan gotong royong bersama masyarakat di Kec. Girsang Sip. Bolon langsung beranjak dari lokasi gotong royong, menuju rumah duka yang beralamat di jalan Mual Nauli Kelurahan Siopat suhu Kecamatan Siantar timur, Kamis, (08/12/2016).


Saat berada di rumah duka Bupati Simalungun yang didampingi Sekda bersama dengan Pejabat Pemerintah Kabupaten Simalungun menyampaikan ucapan rasa duka cita yang mendalam kepada pihak keluarga yang ditinggalkan. Sekaligus menyampaikan kata – kata penghiburan. “sabar dan tabah serta perbanyak doa untuk orang yang kita cintai ini,” kata Bupati kepada pihak keluarga yang ditinggalkan.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga mengungkapkan bahwa dirinya telah  kehilangan seorang teman yang baik dan humoris, serta seorang kader partai terbaik. “Hulman Sitorus  adalah walikota pilihan masyarakat Pematangsiantar hasil Pemilukada kemarin, untuk itu diharapkan agar seluruh elemen masyarakat untuk dapat sabar dalam menerima cobaan ini dan tetap menjaga kekondusifan di Kota Pematangsiantar. Ujanya. 


sebagai teman dan rekan satu Partai di Partai Demokrat Bupati menyampaikan bahwa dirinya akan ikut turut serta sebagai ‘suhut paidua’ (kekerabatan keluarga) untuk mempersiapkan segala kebutuhan acara Adat sampai mengantarkan jenazah ke peristirahatan yang terakhir. "Saya akan memantau dan memastikan semua kebutuhan untuk acara adat sampai proses acara pengebumian almarhum ini berjalan dengan lancar," ujar Bupati.



Bupati Simalungun Dr JR. Saragih, SH, MM menghadiri undangan Rapat Koordinasi Pemprov. Sumatera Utara dengan Badan Pemeriksa Keuangan RI (BPK-RI) dari Gubernur Sumatera Utara H. Tengku Erry Nuradi, M.Si Dalam rangka membangun tata kelola keuangan daerah yang baik dan transparan. Selasa (6/12/2016) di Aula Martabe, Kantor Gubernur Sumut.

Dalam sambutannya, Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi menyampaikan bahwa Rapat Koordinasi dengan BPK RI ini dalam rangka menunjang reformasi laporan keuangan di tingkat daerah. Rapat Koordinasi ini juga bertujuan untuk meningkatkan mekanisme dan peran serta pengelolaan keuangan negara yang bekerja dengan transparansi dan penuh akuntabilitas.

Gubernur juga berharap di tahun 2017 nanti, hasil pemeriksaan LHP Kabupaten/Kota se-Sumut yang mendapatkan WTP (wajar tanpa Pengecualian) akan bertambah. "Hasil pemeriksaan LHP tahun 2016, pada tahun 2017, kabupaten/kota dan provinsi yang sudah mendapatkan penilaian WTP bisa mempertahankannya dan yang belum akan bertambah. Dengan kegiatan ini akan terus menambah semangat untuk memberikan pelayanan yang terbaik dan laporan penyelenggaraan pemerintah daerah akan semakin baik," ujar Gubernur.

Bupati Simalungun, usai mengikuti rakor dengan BPK RI menyampaikan, bahwa apa yang disampaikan dalam Rakor dengan BPK RI adalah memberikan motivasi kepada seluruh kepala daerah di Sumatera Utara agar bisa lebih memperbaiki kinerja.  Bupati juga mengatakan bahwa permasalahan aset menjadi salah satu point penting yang menjadi permasalahan di setiap daerah dan sudah menjadi permasalahan klasik. “Tadi sudah dijelaskan, bahwasannya audit boleh saja dilakukan semisal tahun 2017, kemudian hasil auditnya bisa dilaporkan pada tahun 2018," ujar Bupati.

Bupati juga menilai bahwa banyak bantuan operasional dari pusat yang  dihibahkan seperti mobil pemadam kebakaran, ambulance dan lainnya yang sudah lama dan sudah rusak kemudian dipertanyakan kembali oleh BPK RI, akan tetapi benda dan surat pendukung benda tersebut sudah tidak ada lagi. 

Untuk itu Bupati meminta agar atas kasus- kasus  seperti itu tidak lantas menjadikan kepala daerah atau Pemda dalam membuat laporan ditolak atau disclaimer. "rakor hari ini sebenarnya memberikan arahan dan keyakinan kepada seluruh kepala daerah agar dapat memetakan bahwa ini adalah aset dari pusat dan diserahkan kepada daerah cuma suratnya belum datang," terang Bupati.

Pada tingkatan di daerahnya, Bupati juga mencontohkan, bahwa anggaran yang diperuntukkan bagi tiap desa senilai Rp 1 miliar. Secara tanggung jawab, pengguna anggaran tersebut adalah desa dan bukan Pemda, Sebab dana tersebut sudah langsung dihibahkan ke desa. Oleh karena itu Bupati berharap agar  laporan pemda tidak dicampur adukkan dengan laporan dana desa tersebut.

"Sebagaimana diketahui, bahwa tidak semua desa penerima hibah tersebut dapat mengelola keuangan dengan baik. Jangan karena dana desa tersebut laporan kita kena disclaimer. Untuk itu, biarkan audit dana desa itu menjadi wewenang BPK langsung dengan desa. Kalau kita (pemda) turut campur justru akan salah."
“tadi juga disebutkan ada batasan, tiga bulan setelah tutup buku wajib menyerahkan laporan keuangan, itu paling lambat. Kalau kita menunggu laporan dari desa, bisa sampai enam bulan baru selesai. Sekarang kita lanjutkan saja, biarlah mereka belakangan kalau semisalkan ada desa yang bermasalah, biar mereka yang bertanggung jawab dan bukan pemda yang bertanggung jawab," tutup Bupati.



Bupati Simalungun Dr JR. Saragih, SH, MM. Menjenguk korban Kecelakaan Lalu Lintas yang terjadi pada tanggal (23/11/2016) yang lalu di Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Serdang Bedagai yang merenggut nyawa Joseph Tamba mantan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Simalungun. Dalam kecelakaan lalu lintas tersebut, keluarga almarhum Joseph Tamba yakni istrinya Kosbenita dan anaknya yang masih berusia tujuh tahun Jubel Tamba Saragih mengalami luka parah. Hingga saat ini Selasa (6/12/2016) masih dirawat di Columbia Asia International Hospital, Medan.

Melihat kenyataan ini, Bupati Simalungun mengaku prihatin dan simpati kepada keluarga korban,  Khususnya pada Jubel Tamba Saragih yang masih muda dan perjalanannya masih panjang, baik sekolah maupun kehidupannya. Untuk itu Bupati datang menjenguk guna meringankan beban moril maupun materil kepada keluarga korban.

Bupati menyampaikan bahwa almarhum Joseph Tamba adalah sosok yang telah mengabdikan dirinya sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) selama 45 tahun untuk Simalungun. Atas dasar tersebut Bupati Simalungun memberikan memberikan rasa hormat dan simpati untuk kemudian menjenguk keluarga korban yang sedang berduka sebagai Kepala Daerah.

"Siapa pun pasti tidak mau tertimpa musibah kecelakaan. Apalagi kecelakaan tersebut di dalam transportasi umum di saat akan berangkat menghadiri putranya wisuda di Jakarta. Untuk itulah saya datang kemari melihat kondisi Jubel Tamba yang masih memperihatinkan. Dimana kondisinya belum seratus persen pulih," ujar Bupati.

Didampingi Sekertaris Daerah Kabupaten Simalungun, Gidion Purba dan keluarga korban, Bupati Simalungun secara pribadi memberikan dana bantuan untuk meringankan beban keluarga korban. Atas nama Pemerintah Kabupaten Simalungun, Bupati juga menambahkan akan membantu dalam menanggung biaya perawatan korban selama berada di rumah sakit.

Upaya ini di lakukan oleh Bupati, agar dokter yang ada di rumah sakit memberikan pelayanan yang terbaik bagi warganya. "Biaya perawatan kan cukup besar dan nggak mungkin juga ditanggung penuh oleh keluarga korban. Apalagi ibu korban dan Jubel Tamba masih dalam keadaan trauma dan shock," tambah Bupati.

Bupati juga menyampaikan bahwa dirinya akan membawa Jubel Tamba Saragih ke psikolog untuk mengurangi bahkan menyembuhkan traumanya. "Saya sebagai 'opung' Jubel siap memberikan yang terbaik baginya, agar masa kanak-kanaknya kembali ceria," ujar Bupati.


Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dan DPRD Simalungun telah menandatangani nota kesepakatan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran (TA) 2017, di gedung DPRD Simalungun, Senin 05/11/2017.
Penandatanganan Nota Kesepakatan tersebut dilakukan langsung oleh Bupati Simalungun Dr JR Saragih SH MM dan Ketua DPRD Drs Johalim Purba bersama wakil-wakil ketua dalam rapat badan anggaran DPRD Simalungun. Acara tersebut dihadiri oleh badan anggaran DPRD Simalungun (Legislatif) dan tim anggaran Pemkab Simalungun (eksekutif).
Ketua DPRD Simalungun dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada badan anggaran DPRD Simalungun yang telah bekerja keras dalam pembahasan KUA PPAS dalam rangka APBD TA 2017. Oleh karena itu kepada dan tim anggaran eksekutif diharapkan untuk mempedomani KUA PPAS tersebut dalam penyusunan Rancangan APBD mendatang.
Selanjutnya Johalim mengajak kepada para anggota DPRD untuk melakukan pembahasan terhadap rancangan APBD tahun 2017. Jalinan komunikasi serta harmonisasi bersama eksekutif yang selama ini berjalan dengan baik agar dapat terus ditingkatkan.
Sementara Bupati Simalungun Dr JR Saragih SH MM juga menyampaikan apresiasi kepada badan anggaran DPRD Simalungun dan tim anggaran Pemkab Simalungun yang telah bekerja keras dan meluangkan waktunya membahas KUA PPAS dalam rangka penyusunan APBD tahun 2017.
“Kami atas Pemerintah Kabupaten Simalungun mengucapkan terima kasih kepada DPRD Simalungun khususnya Badan Anggaran yang telah bekerja keras, bahkan hari liburpun saya lihat tetap bekerja. Untuk itu kami menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya, dan semua ini dilakukan demi percepatan pembangunan untuk kepentingan masyarakat,”kata Bupati.
Dalam kesempatan itu, Bupati berharapkan dengan selesainya KUA PPAS tersebut pembahasan Rancangan APBD tahun 2017 dapat segera dilaksanakan demi kepentingan masyarakat.
                Usia penandatangan  nota kesepakatan, dilanjutkan dengan rapat paripurna DPRD Simalungun dengan agenda pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tantang APBD tahun 2017 yang diawali dengan penyampaian nota pengantar keuangan Rancangan APBD tahun 2017 oleh Bupati Simalungun Dr JR Saragih SH MM. 
Namun sebelumnya disampaikan laporan pelaksanaan reses masa persidangan kedua dan ketiga oleh anggota DPRD melalui perwakilan masing-masing daerah pemilihan (Dapil). Rapat paripurna tersebut dibuka dan dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Simalungun Drs Johalim Purba didampingi oleh wakil-wakil ketua yakni Timbul Jaya Sibarani SE, Fao Saut P Sinaga dan Ir Rospita Situorus.
Hadir dalam rapat paripurn tersebut, Bupati Simalungun, para anggota DPRD, Sekda, Staf Ahli Bupati, para asisten dan pimpinan SKPD dijajaran Pemkab Simalungun.
Bupati Simalungun Hadiri HUT GBKP Runggun Ke - 66
Bupati : Gereja Harus Bergandeng Tangan dengan Pemerintah
Bupati Simalungun, Dr JR. Saragih, SH, MM. Hadiri perayaan HUT Gereja Batak Karo Protestan (GBKP) Runggun Jalan Nias, Pematangsiantar yang ke-66, Minggu (4/12/2016). Dalam kehadirannya ini Bupati berpesan bahwa Gereja akan bisa besar jika saling bergandengan tangan dengan Pemerintah.

Selain hal tersebut Bupati juga menyampaikan bahwa Gereja pun harus mampu membangun komunikasi dua arah dengan pemerintah. "Untuk itu, marilah bersama pemerintah Gereja memberikan pelayanan kepada masyarakat. Itu sebabnya, Saya sebagai perwakilan dari pemerintah datang kesini, karena saya ingin melayani masyarakat," ujar Bupati.

dalam kesempatan ini, Bupati juga berpesan kepada persadan man anak gerejanta (permata) untuk menunjukan jati dirinya, dan jangan pernah meninggalkan adat budaya serta bahasa asal daerahnya. 

"Jika kalian tidak menunjukan jatidiri kalian, maka sama saja dengan mati roh-nya. Begitu pun dengan bahasa daerah kalian berasal, Harus terus dilestarikan. Jika di rumah gunakanlah bahasa daerah, karena berbahasa Indonesia sudah didapatkan di sekolah dan gereja. Itulah budaya kita, Jatidiri kita," pesan Bupati.

Agar Gereja dapat memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat, Bupati Simalungun mendonasikan dana pribadinya sebesar Rp 20 juta. Donasi sebesar Rp 15 juta sebagai dana perayaan, dan Rp 5 juta untuk generasi muda (permata) dan paduan suara. "Saya yakin, generasi muda dari Gereja ini akan mampu menjadi garam dan terang di tengah-tengah masyarakat," ujarnya.

Lukas Barus Kepala Tata Ruang dan Permukiman (Tarukim) Kota Pematangsiantar yang mewakili PJ Walikota Pematangsiantar mengatakan, jika pihaknya dari pemerintah kota (Pemkot) Pematangsiantar siap bekerjasama dalam hal pelayanan kerohanian atau keagamaan di tengah-tengah masyarakat.

"Atas nama Pemerintah Kota Pematangsiantar kami mengucapkan selamat hari jadi GBKP yang ke-66. Kami berharap GBKP mampu memberikan pelayanan agama di tengah-tengah masyarakat dan bekerjasama dalam pelayanan kerohanian. Kami dari Pemkot Pematangsiantar mendonasikan Rp. 10 juta untuk perayaan, dan Rp 1 juta dari dana pribadi," terang Lukas Barus.

Sowe Permata Ginting, Ketua Panitia HUT GBKP mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi atas kehadiran Bupati Simalungun. Sebagai kepala daerah Simalungun dan meski bukan dalam daerahnya akan tetapi mau berkenan hadir dalam perayaan Gereja GBKP di Pematangsiantar.