Sunday, May 23, 2010

Bersama GKPS, JR Siap jadi Garam & Terang di Simalungun

Comments
SIMALUNGUN-METRO; Bakal calon (balon) Bupati Simalungun DR JR Saragih SH MM menyatakan siap menjadi garam dan terang di Kabupaten Simalungun bersama pimpinan dan pendeta Gereja Kristen Protestan Simalungun (GKPS). Hal itu disampaikan JR saat menghadiri pentahbisan 6 pendeta, dan 2 penginjil di GKPS Barja Tongah, Kecamatan Raya Kahean, Minggu (16/5).

Rombongan JR datang dengan helikopter dan disambut ribuan jemaat GKPS dari dua kecamatan. Dalam sambutannya, JR Saragih mengucapkan syukur atas undangan Pimpinan Pusat GKPS untuk menghadiri acara bersejarah di lingkungan GKPS tersebut. Sebagai ungkapan syukurnya, pemilik Rumah Sakit (RS) Efarina Etaham ini menyumbangkan jas masing-masing kepada 6 pendeta dan 2 penginjil yang ditahbiskan. Sementara untuk panitia pelaksana, diberi bantuan Rp3 juta.


JR Saragih menceritakan, sewaktu kecil pernah bercita-cita menjadi seorang pendeta, namun tak kesampaian. Meskipun keinginan menjadi pendeta tidak tercapai, namun niat untuk menjadi garam dan terang bagi masyarakat Simalungun tetap ada. Sehingga dirinya berkeinginan maju dalam pemilihan bupati.

"Menjadi pendeta boleh gagal, namun bersama pendeta GKPS saya akan berupaya menjadi garam dan terang bagi masyarakat Simalungun. Hanya satu kata, perubahan!" tegasnya disambut tepuk tangan ribuan jemaat yang memadati GKPS Barjatongah.

Untuk mencapai perubahan itu, kata JR, hanya bisa dicapai dengan kerja keras dan kerja sama seluruh komponen masyarakat, khususnya warga GKPS.

"Karenanya doa dan dukungan jemaat sangat menentukan untuk meraih cita-cita itu," lanjut JR.

Ia juga berharap, dukungan yang diberikan dibarengi doa untuk mewujudkan cita-cita tersebut.

"Tujuan saya untuk menjadi bupati, semata-mata untuk pengabdian membawa perubahan ke arah yang lebih baik di kabupaten ini. Saya tegaskan, sama sekali saya tidak berniat neko-neko. Sebab, kalau saya terpilih, yang saya jalankan adalah amanah rakyat, yang berarti pula amanah Tuhan," tegasnya.

Ephorus GKPS Pdt Belman Purba Dasuha STh beserta Sekjend Pdt Martin Rumanja Purba STh menerangkan, JR adalah sosok putra Simalungun yang menjadi orang besar, dengan mengandalkan kekuatan kasih Tuhan dalam menjalani hidupnya.

Kata Ephorus, sebagai umat manusia, idealnya keimanan harus dijadikan sebagai modal utama dalam menjalani kehidupan. Dengan iman, menurutnya, seseorang akan dimampukan menjalani kehidupan, yang lengkap segala cobaannya, karena akan dilimpahi berkat Tuhan. Dengan kata lain, sikap optimis dalam menjalani segala tantangan hidup harus dimiliki setiap orang percaya.

Meski demikian, dalam kehidupan nyata, pada umumnya kata Ephorus, jarang sekali ditemukan manusia yang tahan hidup menderita. Di dalam penderitaan, biasanya orang akan mengeluh, karena tidak yakin hari esoknya akan menjadi baik. Hal-hal seperti ini yang menurut Ephorus, harus diubah dari kepribadian setiap orang, agar kehidupannya menjadi lebih baik.

Ephorus GKPS Pdt Belman Purba Dasuha didampingi Pdt Martin Rumanja, dan 7 praeses se-GKPS, beserta 70-an pendeta melakukan ibadah khusus pentahbisan 8 hamba Tuhan di GKPS, yang terdiri atas 6 pendeta, antara lain, Pdt Delpiana Purba, Pdt Erwin Saragih, Pdt Yan Sitopu, Pdt Rameyana Damanik, Pdt Paran L Girsang, dan Pdt Romestika Silalahi. Sedangkan 2 penginjil wanita yang ditahbiskan yakni Dame E Purba dan Supiana Saragih. Ibadah itu sendiri, dihadiri ribuan jemaat GKPS se- Kecamatan Raya Kahean.

Anggota DPRD Simalungun, Drs Johalim Purba, menegaskan, adanya isu yang beredar di tengah masyarakat yang menyatakan JR Saragih batal mencalonkan diri dalam pemilihan bupati Agustus nanti, adalah bohong besar dan merupakan propaganda dari pihak yang yang tidak bertanggung jawab.

"Tanggal 27 nanti, kita bersama 7 partai politik lainnya akan mendeklarasikan pencalonan JR Saragih," tegas Johalim yang juga Ketua DPC Partai Demokrasi Pembaharuan (PDP) Simalungun. (hp/ing)


sumber : metro siantar
berita terbaru klik nasiam ijon
untuk versi mobile klik nasiam ijon